Deviana
Kurnia Ningsih
11612929
REVISI
PESAN-PESAN BISNIS
A. Keterampilan Merevisi
Revisi
merupakan langkah terakhir dalam mengembangkan pesan –pesan bisnis secara
efektif. Setiap pesan bisnis perlu di edit baik menyangkut masalah isi dan pengorganisasiannya
, gaya penyampaiannya, maupun format penulisannya.
Pesan – Pesan bisnis mencakup:
1. Pesan – Pesan Bisnis Tertulis
Proses penulisan pesan – pesan
bisnis dalam bentuk tertulis di mulai dari;
a.Mengedit
isi, Pengorganisasian, dan Gaya Penulisan : Untuk membantu memberikan gambaran
yang lebih rinci tentang hal – hal apa saja yang perlu di perbaiki atau di
sempurnakan.
b.Mengedit
Mekanik / Teknis Penulisan : Langkah berikutnya adalah melakukan pengeditan
dari sudut mekanik atau teknis penulisan suatu pesan – pesan bisnis yang
mencakup :
-Susunan
kalimat yang di gunakan
-Penggunaan
kapitalisasi secara tepat
-
Penulisan tanda baca secara tepat
-Meperhatikan
makna keutuhan suatu kalimat, sehingga makna suatu kalimat dapat di pahami
dengan mudah.
-Menghindari
terjadinya pengulangan kata yang tidak tepat dalam suatu kalimat.
c.
Mengedit Format dan Layout : Langkah terakhir dalam mengedit suatu pesan bisnis
adalah mengedit format dan layout secara keseluruhan. Jika format penulisannya
menarik, di tata rapi, bersih, tidak penuh coretan, dan kertas yang di gunakan
berkualitas baik, audiens akan senang membacanya.
2. Pesan – Pesan Bisnis Lisan
Sebagaimana pesan – pesan bisnis
yang di sampaikan secara tertulis, pesan – pesan bisnis yang disampaikan dalam
bentuk lisan pun memerlukan pengecekan ulang, perbaikan atau pengeditan
(editing) seperlunya, sehingga suatu pesan bisnis dapat di pahami audiens
dengan baik.
a. Substansi pesan
Langkah pertama dan utama dalam melakukan pengeditan (editing) pesan – pesan
bisnis adalah mengedit substansi pesan yang akan di sampaikan pada audiens.
b.
Pengorganisasian Pesan
Pengorganisasian pesan – pesan
bisnis yang akan di sampaikan secara lisan mencakup tiga poin penting yaitu;
-Pembuka
(salam pembuka, perkenalan diri)
-Penyampaian
substansi pesan (pengantar pesan di lanjutkan dengan substansi pesan).
-Penutup
(kesimpulan, saran, rekomendasi, implikasi).
c.
Gaya Bahasa
Pada umumnya, penulisan pesan –
pesan bisnis yang akan disampaikan secara lisan cenderung hanya bersifat
outline atau garis besarnya saja, sedangkan penyajian secara lebih rinci
(lengkap) dapat disampaikan pada saat melakukan presentasi.
Gaya bahasa yang di gunakan dalam
penyajian pesan – pesan bisnis secara lisan lebih menarik dan dinamis daripada
yang berbentuk tertulis karena cara penyampaiannya yang lebih santai, luwes,
dan tidak menonton.
B. PEMILIHAN KATA YANG TEPAT
Agar
pesan yang terkandung dalam kalimat yang di sampaikan kepada orang lain dengan
mudah dapat di mengerti, harus dapat memilih kata – kata dengan sebaik –
baiknya. Agar maksud komunikasi dapat tercapai, perlu beberapa hal berikut:
1. Pilihlah kata yang sudah
familier/ dikenal
Dalam menyampaikan sesuatu harus
menggunakan bahasa yang mudah, agar mudah di mengerti oleh audiens.
2. Pilihlah kata-kata yang singkat
3. Hindari kata-kata yang bermakna
ganda
C. MEMBUAT KALIMAT YANG EFEKTIF
Kalimat
efektif merupakan bentuk kalimat yang dengan sadar dan sengaja disusun untuk
mencapai daya informasi yang tepat & baik.
1. Secara umum, ada tiga jenis
kalimat yaitu:
A.
Kalimat Sederhana
Suatu
kalimat sederhana hanya memiliki sebuah subjek dan sebuah predikat.
B.
Kalimat Majemuk
Kalimat
majemuk berisi dua atau lebih klausa independen dan tidak mempunyai klausa dependen.
C.
Kalimat Kompleks
Kalimat
kompleks berisi sebuah klausa independen dan satu atau lebih klausa dependen sebagai
anak kalimat.
2. Cara Mengembangkan Paragraf
Pendekatan induktif dimulai dengan
berbagai alasan terlebih dahulu baru dibuat kesimpulan, sedangkan deduktif
dimulai dari kesimpulan, baru di diikuti dengan alasan-alasannya.
Cara-cara mengembangkan paragraf:
a.Ilustrasi
Untuk
mengembangkan suatu paragraf dapat digunakan suatu ilustrasi yang dapat
memberikan gambaran terhadap ide atau gagasan umum.
b.
Perbandingan (Persamaan & Perbedaan)
Pengembangan
paragraf dapat dilakukan dengan cara membandingkan persamaan maupun perbedaan
terhadap suatu pemikiran dengan pemikiran yang lain.
c.
Pembahasan Sebab-Akibat
Agar
dapat memberikan arah yang jelas terhadap suatu pokok bahasan tertentu.
d.
Klasifikasi
Untuk
mempermudah pemahaman paragraf bagi pengirim pesan dan penerima pesan. Selain
itu agar suatu topik bahasan menjadi lebih terarah atau terfokus.
e.
Pembahasan Pemecahan Masalah
Untuk
memberikan latihan analitis yang sangat diperlukan bagi seseorang dalam
pengambilan keputusan-keputusan penting bagi suatu organisasi.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar