Deviana
Kurnia Ningsih
11612929
3SA01
Bab I
Latar belakang
Indonesia adalah negara maritim dan hampir seluruh wilayahnya
merupakan wilayah lautan. Tentunya Indonesia memiliki banyak pesona dan beragam
kekayaan. Contohnya yaitu Indonesia memiliki banyak pantai. Badan Informasi
Geospasial (BIG) menyebutkan, total panjang garis pantai Indonesia adalah
99.093 kilometer. Memiliki banyak pantai pasti memberikan banyak dampak positif
bagi pemerintah dan masyarakat sekitar yang tinggal dekat dengan pantai. Namun,
peluang yang sangat berharga ini tidak jarang diabaikan oleh pihak-pihak
terkait yang seharusnya memiliki wewenang untuk mengelola pantai-pantai di
Indonesia. Hal ini menyebabkan, potensi alam di Indonesia tidak diketahui oleh
wisatawan dalam dan luar negeri.
Bab II
Landasan Teoritis
Pengertian
Pariwisata
Pariwisata
adalah kegiatan yang sedang trend
dilakukan oleh masyarakat Indonesia, biasanya didominasi oleh masyarakat Ibu
Kota atau kaum urban. Selain mereka memang membutuhkan hiburan dan tempat
rekreasi, pariwisata juga berguna untuk memberikan dampak positif pada diri
seseorang yang merasa stress atau bosan dengan pekerjaan. Pengertian pariwisata
sendiri adalah berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari, “pari” berarti
berkeliling atau bersama, dan “wisata” berarti perjalanan. Jadi secara
pengertiannya, pariwisata berarti perjalanan keliling dari satu tempat ke
tempat lainnya. Sebenarnya banyak factor yang menyebabkan masyarakat melakukan
pariwisata, diantaranya adalah semakin maraknya agent-agent travel khusus untuk
berpariwisata, calon wisatawan tergoda
oleh agent travel yang menawarkan paket-paket murah liburan dan mempromosikan tempat-tempat
pariwisata baru yang sebelumnya tidak pernah didatangi atau bahkan mereka belum
mengetahuinya.
Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul
Berdasarkan
Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Gunungkidul nomor 3 tahun 2003 tentang Usaha
Pariwisata Bab III Bagian Ketiga Paragraf
2 Pengusahaan Objek dan Daya Tarik Wisata Alam Pasal 24 (2) Kegiatan
Pengusahaan Objek dan Daya Tarik Wisata Alam meliputi :
a.
Pembangunan prasarana dan sarana
pelengkap beserta fasilitas dan pelayanan lain bagi wisatawan;
b.
Pengelolaan obyek dan daya tarik wisata
alam termasuk prasarana dan sarana yang ada;
c.
Penyediaan sarana dan fasilitas bagi
masyarakat disekitarnya untuk berperan serta dalam kegiatan pengusahaan obyek
dan daya tarik wisata alam
Seperti yang sudah dijelaskan
di atas dapat dikatakan bahwa pelaku utama pengusahaan obyek dan daya tarik
wisata alam adalah masyarakat sekitar atau seperti yang dimaksud pasal 23 bahwa
pengusahaan obyek dan daya tarik wisata alam dapat dilakukan oleh badan usaha
atau perseorangan dan dalam melakukan kegiatan usahanya harus berdasarkan izin.
Banyak hal yang dapat dilakukan oleh pemda kabupaten untuk mensosialisasikan
pengelolaan objek wisata contohnya dengan memberikan beberapa ilmu atau ajaran
kepada masyarakat sekitar bagaimana cara mengelola dan menarik perhatian
wisatawan lokal atau domestic, dengan cara ini dapat menambah pemasukan
penghasilan daerah.
Bab
III
Pembahasan
Analisis
Masalah
Diantara
banyak tempat-tempat wisata di Indonesia, salah satu nya yaitu berada di daerah
Gunungkidul. Gunungkidul memiliki potensi alam yang tinggi, beberapa
diantaranya dapat memberikan pengaruh positif pada pengembangan daerah sekitar.
Gunungkidul
adalah salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pusat
pemerintahan berada di kecamatan Wonosari. Gunungkidul memliki kelebihan yaitu
pada keindahan pantai-pantainya. Kurang lebih terdapat 25 pantai di
Gunungkidul, beberapa diantaranya sudah dikenal banyak orang, seperti Pantai
Indrayanti (Pantai Pulang Syawal), Pantai Baron, Pantai Kukup dan Pantai
Sepanjang. Gunungkidul dikenal sebagai daerah yang tandus dan setiap tahun
sering mengalami kekeringan di musim kemarau. Tidak hanya itu, beberapa desa di
Gunungkidul adalah daerah miskin. Hal ini terjadi karena kurangnya sumber daya
alam, yang menyebabkan penduduk lokal tidak memiliki tambahan ekonomi. Jadi
beberapa penduduknya meninggalkan Gunungkidul dan memutuskan untuk bekerja
diluar kota. Pendidikan juga menjadi salah satu faktor terjadinya kemiskinan di
Gunungkidul. Berdasarkan data pada tahun 2007, sekitar 68,05 % penduduk hanya
tamat sekolah dasar (SD). Kawasan Gunungkidul dan sekitarnya juga sering
mengalami krisis air bersih, walaupun begitu hal ini tidak menghambat wisatawan
untuk datang kesini. Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di selatan
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berhadapan langsung dengan laut
selatan Jawa, sehingga tak heran lagi jika Gunungkidul memiliki banyak pantai. Selain
itu juga pantai-pantai di Gunungkidul sangat lah berkesan, karena beberapa diantaranya
pantai-pantai di Gunungkidul belum banyak didatangi wisatawan.
Strength
-
Pantai di Gunungkidul merupakan pantai
yang akhir-akhir ini diminati oleh banyak wisatawan.
-
Beberapa pantai di sana sangat
berpengaruh bagi pemasukan daerah dan juga perekonomian warga sekitar.
Weakness
-
Kurangnya promosi yang dilakukan oleh
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul.
-
Pantai-pantai tersebut belum diketahui
wisatawan dalam dan luar negeri.
Opportunities
-
Ada keunikan tersendiri yang terdapat
di masing-masing pantai tersebut, yaitu :
Pantai
Ngobaran adalah pantai yang menjadi salah satu bagian dari sejarah kerajaan
Majapahit
Pantai
Watu Kodok terdapat bongkahan karang yang menyerupai kodok
Pantai
Wediombo memiliki lokasi memancing yang extreme
Pantai
Drini terlihat seperti pulau jika air laut pasang
Pantai
Pok Tunggal terdapat pohon yang sangat khas dan mencirikan bahwa pohon ini
hanyalah ada di pantai Pok Tunggal, yaitu pohon duras.
Threats
-
Kota Yogyakarta khususnya Kabupaten
Gunungkidul masih kurang terkenal tempat wisatanya dari tempat wisata lain yang
terdapat di Bali.
Berikut
ini adalah beberapa pantai-pantai unik dan belum diketahui oleh banyak orang
yang berada di Gunungkidul :
1. Pantai Ngobaran
Berasal
dari kata “kobaran” yang berarti terbakar. Pantai yang berlokasi di desa Kanigoro,
kecamatan Saptosari, kabupaten Gunungkidul ini adalah pantai yang menjadi salah
satu bagian dari sejarah kerajaan Majapahit. Pantai ini merupakan titik perjalanan
kerajaan Majapahit berakhir. Terdapat beberapa peninggalan-peninggalan,
diantaranya adalah :
·
Di bagian jalan menuju tepi pantai
melewati sebuah gapura, yang melingkar mirip seperti bangunan pura
·
Di bagian dalam berdiri patung-patung dan
arca yang disusun membentuk formasi. Diantaranya yaitu arca yang mirip dengan
arca Ganesha, Siwa, Brahma dan sebagainya
·
Di ujung bangunan terdapat patung Dewa
Wisnu menaiki Garuda yang menghadap ke arah selatan atau arah laut
·
Di sebelah timur pada bagian bawah juga
terdapat bangunan unik yang mirip masjid, bangunan ini menghadap ke arah laut,
yaitu ke arah selatan. Lantai masjid ini adalah pasir, dan hanya diberi alas
tikar
·
Pura kejawen yang terletak di tepi
pantai dan di atas tebing ini mengingatkan pada pura Ulu Watu di Bali
·
Pura yang digunakan untuk beribadat umat
Hindu, setiap setahun sekali diadakan upacara Melasti yaitu rangkaian
peribadatan umat Hindu dalam menyambut Hari Raya Nyepi
2. Pantai Watu Kodok
Adalah
salah satu pantai pasir putih yang terdapat di Gunungkidul, tepatnya berada di
desa Kemadang, kecamatan Tanjungsari. Banyak versi yang menyebutkan mengapa
pantai ini dinamakan pantai Watu Kodok diantaranya yaitu karena terdapat
bongkahan karang yang menyerupai kodok. Dan versi lain menyebutkan ternyata di
kawasan pantai Watu Kodok memang terdapat patung yang bentuknya mirip kodok,
patung batu mirip kodok itu terdapat di dalam gua yang terletak di sebelah barat
pantai. Selain hamparan pasir putih, di
pantai ini juga masih terdapat banyak bongkahan batu karang, ditambah lagi
akses masuk ke pantai ini masih berupa conblok. Siapapun yang datang kesini
pasti merasa pantai ini milik pribadi, karena masih sepinya pengunjung.
Ditambah lagi belum banyak fasilitas-fasilitas yang berada di sekitar pantai,
mungkin karena pantai ini masih terbilang baru. Semoga pihak-pihak yang terkait
dapat mengembangkan fasilitas yang dibutuhkan agar menarik wisatawan yang
datang, tapi tetap juga dijaga keasrian pantainya.
3. Pantai Wediombo
Terletak
di desa Jepitu, kecamatan Girisubo, kabupaten Gunungkidul. Asal kata Wediombo
yaitu “wedi” yang berarti pasir dan “ombo” yang berarti luas, dan dapat diartikan
wediombo adalah pantai pasir yang luas. Pantai
ini diapit oleh dua dinding karang, sehingga menyerupai teluk. Penduduk sekitar
pantai yang berprofesi sebagai nelayan tradisional masih memanfaatkan pantai
ini untuk mereka mencari nafkah. Mereka memancing ikan cucut dan ikan panjo di sekitar
pantai, dan lokasi memancing mereka yang extreme
menjadi daya tarik tersendiri. Sebab nelayan harus berdiri di batu karang
yang tinggi dan terjal, semakin berbahaya karna ombak karang ini sangat licin.
Setiap tahun penduduk sekitar mengadakan ritual Ngalangi sebagai rasa syukur
atau pun tolak bala.
4. Pantai Drini
Disebut
juga Pulau Drini, karena terdapat batu karang yang sangat besar sehingga
menyerupai pulau di seberang pantai, sekitar 100 m dari bibir pantai, akan terlihat
lebih jelas seperti pulau jika laut pasang. Pantai yang terletak di desa
Ngestirejo, kecamatan Tanjungsari, merupakan gabungan dari pantai-pantai indah
yaitu pantai Baron, pantai Kukup, pantai Krakal, pantai Sadranan dll. Hal
menarik dari pantai pulau Drini ini adalah tumbuh pepohonan drini yang konon
katanya kayu nya dapat digunakan sebagai pangkal ular berbisa.
5. Pantai Pok Tunggal
Pantai
yang masih sangat baru karena pantai ini baru dibuka untuk umum pada tahun
2012. Disebelah timur pantai Pok Tunggal terdapat sebuah tebing, yang masih
dihuni oleh beberapa kawanan monyet liar. Di pantai ini juga terdapat pohon
yang sangat khas dan mencirikan bahwa pohon ini hanyalah ada di pantai Pok
Tunggal, yaitu pohon duras. Dan satu lagi dipantai ini terdapat mata air tawar,
yang berasal dari alian sungai bawah tanah khas daerah karst. Pantai yang masih asri, sunyi dan sepi ini terletak di desa
Tepus, kecamatan Tepus, kabupaten Gunungkidul (disebelah timur pantai
Watuwalang dan sebelah barat pantai Ngetun).
Penyelesaian
Masalah
Berdasarkan
beberapa data singkat di atas tentang pantai-pantai di Gunungkidul yang memiliki
potensi, dapat dikatakan bahwa ternyata banyak sekali kesempatan yang dimiliki
oleh masyarakat sekitar bahkan pihak-pihak terkait terhadap pengembangan objek
dan daya tarik wisata alam. Namun, jika sampai pada tahun yang akan datang
masih saja ada pantai-pantai yang belum mendapat perhatian besar kemungkinan
wisatawan “ogah” untuk datang. Tidak hanya kurang nya fasilitas dan sarana,
mempromosikan pantai-pantai tersebut juga merupakan hal terpenting. Banyak
sekali cara bagi pemerintah atau masyarakat sekitar untuk mempromosikan
pantai-pantai yang cantik nan indah ini, apalagi di zaman sekarang yang akses
internet nya dapat di akses oleh siapa saja di mana saja tanpa batas. Hanya
dengan menggunggah foto di beberapa sosial media dapat meningkatkan keingintahuan masyarakat tentang pantai-pantai tersebut. Otomatis masyarakat tidaklah
puas hanya dengan melihat foto yang di unggah, mereka pasti ingin secara langsung
mengunjungi nya dan memfoto sendiri keindahan pantai tersebut.
Kesimpulan
Pantai
adalah wilayah perbatasan antara daratan dan perairan laut. Pantai hanya dapat
ditemui di daerah pesisir laut. Jika datang ke pantai pasti akan merasa seperti
dekat sekali dengan alam, tidak hanya dengan alam, pantai dapat membuat siapa
saja yang datang merasa lebih dekat dengan pencipta-Nya. Namun, semua nya yang
berada di alam ini tidak akan tetap indah jika kita tidak mengindahkan alam
secara bijaksana. Melindungi dan menjaga kelestarian nya adalah tugas kita, yang
seharusnya dilakukan tanpa ada lagi paksaan. Dan dengan cara seperti inilah,
tempat-tempat pariwisata yang ada di negeri ini akan terus tetap ada dan akan
terkenal sampai ke dunia Internasional.
Daftar Pustaka