Rabu, 31 Desember 2014

Progress Hidup



Deviana Kurnia Ningsih
11612929
3SA01

Progress 5-10 Tahun ke depan

   Setelah lulus dengan title SS sarjana S1 Sastra Inggris, Universitas Gunadarma. Saya memiliki beberapa tujuan yang harus saya capai selama beberapa tahun ke depan, yaitu :
1.      Menjadi tenaga pengajar honorer di sekolah-sekolah negeri atau swasta. Pengalaman ini sebenarnya sudah pernah saya dapatkan, walaupun belum pernah mengajar di sekolah yang formal. Karna menjadi tenaga pengajar honorer belum tetap dan jadwal belum terlalu padat, saya akan mengisi kekosongan dengan melamar pekerjaan
2.      Bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bekerja sama dengan perusahaan luar negeri atau yang client nya adalah orang-orang luar. Bisa dibagian pemasaran, tapi saya harus belajar lagi metode-metode pemasaran bisnis. Yang lebih mudah mungkin dibagian penerjemah, jadi menerjemahkan pembicaraan client, yang dapat memberi benefit di perusahaan tempat saya bekerja
3.      Setelah mendapat pengalaman bekerja, saya akan mencoba mendaftarkan diri menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau mendaftarkan diri bekerja di Kementrian Luar Negeri (Kemenlu)
4.      Menjadi pegawai tetap adalah impian terbesar dalam hidup saya, setelah itu saya akan mencoba usaha sampingan sebagai salah satu cara saya tetap productive dimasa muda
5.      Usaha sampingan yang mungkin saya lakukan adalah membuka kios makanan disekitar perkantoran di bilangan Jakarta
6.      Selanjutnya saya akan mencoba membuka rumah kontrak yang dapat dibayar per tahun, ini adalah bisnis yang paling menjajikan mengingat semakin padatnya kehidupan di kota Jakarta
7.      Sebelum melakukan usaha sampingan, mungkin saya akan menikah terlebih dahulu dan melakukan usaha berdua bersama suami saya, karna segala sesuatu akan terasa lebih mudah jika dikerjakan secara  bersama.

Demikian “resolution” yang akan saya jalankan di tahun yang baru. Bertepatan dengan tahun baru 2015, resolution saya yang sangat amat di prioritaskan tahun ini adalah lulus PI dan lulus skripsi. I will fight until the end and never give up! J

Jumat, 12 Desember 2014

Pesona Alam Gunungkidul Tugas Kepariwisataan



Deviana Kurnia Ningsih
11612929
3SA01


Bab I
Latar belakang
            Indonesia adalah negara maritim dan hampir seluruh wilayahnya merupakan wilayah lautan. Tentunya Indonesia memiliki banyak pesona dan beragam kekayaan. Contohnya yaitu Indonesia memiliki banyak pantai. Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebutkan, total panjang garis pantai Indonesia adalah 99.093 kilometer. Memiliki banyak pantai pasti memberikan banyak dampak positif bagi pemerintah dan masyarakat sekitar yang tinggal dekat dengan pantai. Namun, peluang yang sangat berharga ini tidak jarang diabaikan oleh pihak-pihak terkait yang seharusnya memiliki wewenang untuk mengelola pantai-pantai di Indonesia. Hal ini menyebabkan, potensi alam di Indonesia tidak diketahui oleh wisatawan dalam dan luar negeri.

Bab II
Landasan Teoritis
Pengertian Pariwisata
Pariwisata adalah kegiatan yang sedang trend dilakukan oleh masyarakat Indonesia, biasanya didominasi oleh masyarakat Ibu Kota atau kaum urban. Selain mereka memang membutuhkan hiburan dan tempat rekreasi, pariwisata juga berguna untuk memberikan dampak positif pada diri seseorang yang merasa stress atau bosan dengan pekerjaan. Pengertian pariwisata sendiri adalah berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari, “pari” berarti berkeliling atau bersama, dan “wisata” berarti perjalanan. Jadi secara pengertiannya, pariwisata berarti perjalanan keliling dari satu tempat ke tempat lainnya. Sebenarnya banyak factor yang menyebabkan masyarakat melakukan pariwisata, diantaranya adalah semakin maraknya agent-agent travel khusus untuk berpariwisata, calon wisatawan  tergoda oleh agent travel yang menawarkan paket-paket murah liburan dan mempromosikan tempat-tempat pariwisata baru yang sebelumnya tidak pernah didatangi atau bahkan mereka belum mengetahuinya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul
            Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Gunungkidul nomor 3 tahun 2003 tentang Usaha Pariwisata Bab III Bagian Ketiga Paragraf  2 Pengusahaan Objek dan Daya Tarik Wisata Alam Pasal 24 (2) Kegiatan Pengusahaan Objek dan Daya Tarik Wisata Alam meliputi :
a.       Pembangunan prasarana dan sarana pelengkap beserta fasilitas dan pelayanan lain bagi wisatawan;
b.      Pengelolaan obyek dan daya tarik wisata alam termasuk prasarana dan sarana yang ada;
c.       Penyediaan sarana dan fasilitas bagi masyarakat disekitarnya untuk berperan serta dalam kegiatan pengusahaan obyek dan daya tarik wisata alam
Seperti yang sudah dijelaskan di atas dapat dikatakan bahwa pelaku utama pengusahaan obyek dan daya tarik wisata alam adalah masyarakat sekitar atau seperti yang dimaksud pasal 23 bahwa pengusahaan obyek dan daya tarik wisata alam dapat dilakukan oleh badan usaha atau perseorangan dan dalam melakukan kegiatan usahanya harus berdasarkan izin. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh pemda kabupaten untuk mensosialisasikan pengelolaan objek wisata contohnya dengan memberikan beberapa ilmu atau ajaran kepada masyarakat sekitar bagaimana cara mengelola dan menarik perhatian wisatawan lokal atau domestic, dengan cara ini dapat menambah pemasukan penghasilan daerah.

Bab III
Pembahasan
Analisis Masalah
            Diantara banyak tempat-tempat wisata di Indonesia, salah satu nya yaitu berada di daerah Gunungkidul. Gunungkidul memiliki potensi alam yang tinggi, beberapa diantaranya dapat memberikan pengaruh positif pada pengembangan daerah sekitar.
Gunungkidul adalah salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pusat pemerintahan berada di kecamatan Wonosari. Gunungkidul memliki kelebihan yaitu pada keindahan pantai-pantainya. Kurang lebih terdapat 25 pantai di Gunungkidul, beberapa diantaranya sudah dikenal banyak orang, seperti Pantai Indrayanti (Pantai Pulang Syawal), Pantai Baron, Pantai Kukup dan Pantai Sepanjang. Gunungkidul dikenal sebagai daerah yang tandus dan setiap tahun sering mengalami kekeringan di musim kemarau. Tidak hanya itu, beberapa desa di Gunungkidul adalah daerah miskin. Hal ini terjadi karena kurangnya sumber daya alam, yang menyebabkan penduduk lokal tidak memiliki tambahan ekonomi. Jadi beberapa penduduknya meninggalkan Gunungkidul dan memutuskan untuk bekerja diluar kota. Pendidikan juga menjadi salah satu faktor terjadinya kemiskinan di Gunungkidul. Berdasarkan data pada tahun 2007, sekitar 68,05 % penduduk hanya tamat sekolah dasar (SD). Kawasan Gunungkidul dan sekitarnya juga sering mengalami krisis air bersih, walaupun begitu hal ini tidak menghambat wisatawan untuk datang kesini. Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di selatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berhadapan langsung dengan laut selatan Jawa, sehingga tak heran lagi jika Gunungkidul memiliki banyak pantai. Selain itu juga pantai-pantai di Gunungkidul sangat lah berkesan, karena beberapa diantaranya pantai-pantai di Gunungkidul belum banyak didatangi wisatawan.

Strength
-          Pantai di Gunungkidul merupakan pantai yang akhir-akhir ini diminati oleh banyak wisatawan.
-          Beberapa pantai di sana sangat berpengaruh bagi pemasukan daerah dan juga perekonomian warga sekitar.
Weakness
-          Kurangnya promosi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul.
-          Pantai-pantai tersebut belum diketahui wisatawan dalam dan luar negeri.
Opportunities
-          Ada keunikan tersendiri yang terdapat di masing-masing pantai tersebut, yaitu :
Pantai Ngobaran adalah pantai yang menjadi salah satu bagian dari sejarah kerajaan Majapahit
Pantai Watu Kodok terdapat bongkahan karang yang menyerupai kodok
Pantai Wediombo memiliki lokasi memancing yang extreme
Pantai Drini terlihat seperti pulau jika air laut pasang
Pantai Pok Tunggal terdapat pohon yang sangat khas dan mencirikan bahwa pohon ini hanyalah ada di pantai Pok Tunggal, yaitu pohon duras.
Threats
-          Kota Yogyakarta khususnya Kabupaten Gunungkidul masih kurang terkenal tempat wisatanya dari tempat wisata lain yang terdapat di Bali.

Berikut ini adalah beberapa pantai-pantai unik dan belum diketahui oleh banyak orang yang berada di Gunungkidul :
1.      Pantai Ngobaran
Berasal dari kata “kobaran” yang berarti terbakar. Pantai yang berlokasi di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari, kabupaten Gunungkidul ini adalah pantai yang menjadi salah satu bagian dari sejarah kerajaan Majapahit. Pantai ini merupakan titik perjalanan kerajaan Majapahit berakhir. Terdapat beberapa peninggalan-peninggalan, diantaranya adalah :
·         Di bagian jalan menuju tepi pantai melewati sebuah gapura, yang melingkar mirip seperti bangunan pura
·         Di bagian dalam berdiri patung-patung dan arca yang disusun membentuk formasi. Diantaranya yaitu arca yang mirip dengan arca Ganesha, Siwa, Brahma dan sebagainya
·         Di ujung bangunan terdapat patung Dewa Wisnu menaiki Garuda yang menghadap ke arah selatan atau arah laut
·         Di sebelah timur pada bagian bawah juga terdapat bangunan unik yang mirip masjid, bangunan ini menghadap ke arah laut, yaitu ke arah selatan. Lantai masjid ini adalah pasir, dan hanya diberi alas tikar
·         Pura kejawen yang terletak di tepi pantai dan di atas tebing ini mengingatkan pada pura Ulu Watu di Bali
·         Pura yang digunakan untuk beribadat umat Hindu, setiap setahun sekali diadakan upacara Melasti yaitu rangkaian peribadatan umat Hindu dalam menyambut Hari Raya Nyepi

2.      Pantai Watu Kodok
Adalah salah satu pantai pasir putih yang terdapat di Gunungkidul, tepatnya berada di desa Kemadang, kecamatan Tanjungsari. Banyak versi yang menyebutkan mengapa pantai ini dinamakan pantai Watu Kodok diantaranya yaitu karena terdapat bongkahan karang yang menyerupai kodok. Dan versi lain menyebutkan ternyata di kawasan pantai Watu Kodok memang terdapat patung yang bentuknya mirip kodok, patung batu mirip kodok itu terdapat di dalam gua yang terletak di sebelah barat pantai.  Selain hamparan pasir putih, di pantai ini juga masih terdapat banyak bongkahan batu karang, ditambah lagi akses masuk ke pantai ini masih berupa conblok. Siapapun yang datang kesini pasti merasa pantai ini milik pribadi, karena masih sepinya pengunjung. Ditambah lagi belum banyak fasilitas-fasilitas yang berada di sekitar pantai, mungkin karena pantai ini masih terbilang baru. Semoga pihak-pihak yang terkait dapat mengembangkan fasilitas yang dibutuhkan agar menarik wisatawan yang datang, tapi tetap juga dijaga keasrian pantainya.

3.      Pantai Wediombo
Terletak di desa Jepitu, kecamatan Girisubo, kabupaten Gunungkidul. Asal kata Wediombo yaitu “wedi” yang berarti pasir dan “ombo” yang berarti luas, dan dapat diartikan wediombo adalah pantai pasir yang luas.  Pantai ini diapit oleh dua dinding karang, sehingga menyerupai teluk. Penduduk sekitar pantai yang berprofesi sebagai nelayan tradisional masih memanfaatkan pantai ini untuk mereka mencari nafkah. Mereka memancing ikan cucut dan ikan panjo di sekitar pantai, dan lokasi memancing mereka yang extreme menjadi daya tarik tersendiri. Sebab nelayan harus berdiri di batu karang yang tinggi dan terjal, semakin berbahaya karna ombak karang ini sangat licin. Setiap tahun penduduk sekitar mengadakan ritual Ngalangi sebagai rasa syukur atau pun tolak bala.

4.      Pantai Drini
Disebut juga Pulau Drini, karena terdapat batu karang yang sangat besar sehingga menyerupai pulau di seberang pantai, sekitar 100 m dari bibir pantai, akan terlihat lebih jelas seperti pulau jika laut pasang. Pantai yang terletak di desa Ngestirejo, kecamatan Tanjungsari, merupakan gabungan dari pantai-pantai indah yaitu pantai Baron, pantai Kukup, pantai Krakal, pantai Sadranan dll. Hal menarik dari pantai pulau Drini ini adalah tumbuh pepohonan drini yang konon katanya kayu nya dapat digunakan sebagai pangkal ular berbisa.

5.      Pantai Pok Tunggal
Pantai yang masih sangat baru karena pantai ini baru dibuka untuk umum pada tahun 2012. Disebelah timur pantai Pok Tunggal terdapat sebuah tebing, yang masih dihuni oleh beberapa kawanan monyet liar. Di pantai ini juga terdapat pohon yang sangat khas dan mencirikan bahwa pohon ini hanyalah ada di pantai Pok Tunggal, yaitu pohon duras. Dan satu lagi dipantai ini terdapat mata air tawar, yang berasal dari alian sungai bawah tanah khas daerah karst. Pantai yang masih asri, sunyi dan sepi ini terletak di desa Tepus, kecamatan Tepus, kabupaten Gunungkidul (disebelah timur pantai Watuwalang dan sebelah barat pantai Ngetun).

Penyelesaian Masalah
Berdasarkan beberapa data singkat di atas tentang pantai-pantai di Gunungkidul yang memiliki potensi, dapat dikatakan bahwa ternyata banyak sekali kesempatan yang dimiliki oleh masyarakat sekitar bahkan pihak-pihak terkait terhadap pengembangan objek dan daya tarik wisata alam. Namun, jika sampai pada tahun yang akan datang masih saja ada pantai-pantai yang belum mendapat perhatian besar kemungkinan wisatawan “ogah” untuk datang. Tidak hanya kurang nya fasilitas dan sarana, mempromosikan pantai-pantai tersebut juga merupakan hal terpenting. Banyak sekali cara bagi pemerintah atau masyarakat sekitar untuk mempromosikan pantai-pantai yang cantik nan indah ini, apalagi di zaman sekarang yang akses internet nya dapat di akses oleh siapa saja di mana saja tanpa batas. Hanya dengan menggunggah foto di beberapa sosial media dapat meningkatkan keingintahuan masyarakat tentang pantai-pantai tersebut. Otomatis masyarakat tidaklah puas hanya dengan melihat foto yang di unggah, mereka pasti ingin secara langsung mengunjungi nya dan memfoto sendiri keindahan pantai tersebut.

Kesimpulan
Pantai adalah wilayah perbatasan antara daratan dan perairan laut. Pantai hanya dapat ditemui di daerah pesisir laut. Jika datang ke pantai pasti akan merasa seperti dekat sekali dengan alam, tidak hanya dengan alam, pantai dapat membuat siapa saja yang datang merasa lebih dekat dengan pencipta-Nya. Namun, semua nya yang berada di alam ini tidak akan tetap indah jika kita tidak mengindahkan alam secara bijaksana. Melindungi dan menjaga kelestarian nya adalah tugas kita, yang seharusnya dilakukan tanpa ada lagi paksaan. Dan dengan cara seperti inilah, tempat-tempat pariwisata yang ada di negeri ini akan terus tetap ada dan akan terkenal sampai ke dunia Internasional. 


Daftar Pustaka







Senin, 27 Oktober 2014

Berita Interpretatif



Interpretative News (Berita Interpretatif)

Terkenal sebagai wilayah yang merawat berbagai tanaman herbal. Warga RT 13/08 Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat hampir setiap minggu melakukan kerja bakti(5/10/2014).
Ditemui disela-sela kerjanya, Ketua RT 13/8, Giyono, menuturkan bahwa ini lah hasil kerja keras warga sekitar. “Setiap hari Saya mengajak warga untuk bekerja sama membuat “apotek” hidup ini. Awalnya memang susah, ada yang cuek bahkan ada yang acuh tak acuh”
Melalui program ini, warga Jembatan Lima mulai bisa mencintai lingkungan, dan manfaatnya yang lebih nyata lagi warga Jembatan Lima bisa menggunakan tanaman-tanaman herbal ini untuk dikonsumsi ketika merasa sedang tidak enak badan. Salah satu contoh tanaman herbal yang paling diminati adalah Daun Dewa (Sambung Nyawa).
“Daun ini bisa membuat badan terasa enteng. Kalau tidak tahan dengan rasa pahitnya, bisa diminum sehari sekali saja” ujar Giyono sambil menunjukkan daun yang dimaksud.
Banyak warga yang berdatangan untuk meminta tanaman-tanaman tersebut. Ada yang hanya ingin tahu, sekedar mencoba bahkan ada yang serius ingin digunakan untuk penyembuhan. Beberapa diantaranya bahkan ada yang ingin mencoba menanam sendiri dirumahnya.