Deviana Kurnia Ningsih
11612929
Landasan Pemikiran Komunikasi Bisnis
A.Dasar Pemikiran Komunikasi
Komunikasi
di dalam suatu organisasi memiliki peran tersendiri dan penting, pada saat kita
menganalisa lebih jauh terdapat korelasi antara komunikasi dengan manajemen,
pengorganisasian dan konsep lainnya. Banyak alasan dan sebab komunikasi
dibutuhkan dan terjadi di dalam kegiatan proses organisasi, salah satu
tujuan komunikasi adalah memberikan informasi kepada para klien, kolega,
bawahan dan penyelia, tujuan yang lain seperti diberi informasi atau
mempengaruhi orang lain. Komunikasi dalam organisasi bisnis ditujukan untuk
menyelesaikan masalah dan membuat keputusan. Komunikasi bisnis juga dapat
dipergunakan sebagai alat mengevaluasi perilaku secara efektif, hal ini setiap
anggota organisasi – perusahaan memerlukan suatu penilaian untuk dapat
mengetahui hal apa saja yang akan dilakukan dan kapan koreksi terhadap prestasi
mereka diperlukan, penilaian ini memerlukan suatu kepekaan dan keahlian
komunikasi.
B. Pengertian Dan Cakupan Bisnis
Pendidikan bisnis atau mengenai bisnis organisasi jika lihat dari
perkembanganya mulai meningkat pada saat dimulainya penggunaan mesin ketik pada
tahun 1714, dan terus berkembang mengikuti arah perkembangan social dan budaya
yang diciptakan oleh manusia, maka dengan demikian orientasi tentang pendidikan
bisnis dan bisnis organisasi akan terus berkembang sesuai dengan tuntutan
masyarakat baik secara local maupun internasional.
Pengetahuan tentang bisnis sangat
berkorelasi dengan pengetahuan lain seperti ilmu manajemen, ekonomi, budaya,
komunikasi dan teknologi, yang juga berkembang mengikuti arah perkembangan
masyarakat dan Negara. Maka pendidikan dan pelatihan tentang bisnis, apapun
bentuknya secara keseluruhan sebenarnya tidak lepas dari memberikan pelatihan
untuk pekerjaan khusus dan mengembangkan keterampilan.
Beberapa ahli telah mengatakan bahwa bisnis sudah menjadi masalah global. Hal
ini disebabkan oleh :
1. Kemajuan di bidang sain dan teknologi semakin pesat, yang
menciptakan system dan proses produksi yang efisien dan efektif, hal ini
kapasitas produksi dapat melampaui batas kebutuhan dalam negeri sehingga
dibutuhkan pemasaran global, yaitu ekspor.
2. Teknologi telah mempercepat pembangunan sarana dan prasarana
transportasi, mobilitas semakin cepat dan efisiensi.
3. Kemajuan transformasi informasi dan komunikasi sangat pesat,
tidak mengenal batas geografis dan telah mempengaruhi pola bisnis manusia.
Dalam kegiatan bisnis sebenarnya merupakan suatu proses social, bisnis dan
komunikasi, yang sama – sama memulai kegiatanya dengan melakukan produksi.
Untuk komunikasi yang diproduksi adalah informasi dan dalam bisnis yang
diproduksi adalah barang dan jasa. Dalam konteks dewasa ini informasi sudah
menjadi sumber daya atau kategori jenis barang dan jasa yang sangat dibutuhkan
oleh individu dan organisasi. Serta komunikasi dan bisnis, menyampaikan
produknya kepada orang lain. Komunikai dan bisnis sama – sama menimbulkan
reaksi tertentu dan sama – sama memiliki hambatan yang spesifik.
C.Bisnis Dalam Pandangan Komunikasi
Dalam konsep dan azas komunikasi modern yang lebih menekankan pada kebutuhan
komunikan dan kesiapan dari komunikan dalam proses komunikasi, hal ini lebih
pentinga dari fungsi pesan dan tujuan dari komunikator, ini disebabkan oleh
prinsip – prinsip yang lebih modern yang lebih mempertimbangkan dan
memperhitungkan pada peluang dari pada produksinya. Walaupun konsep permintaan berkaitan
dengan konsep permintaan (Anda dapat mempelajari ekonomi mikro), tetapi dalam
kenyataan di pasar tidak secara otomatis jika pada saat kelebihan barang dan
jasa secara langsung akan membuat pasar menjadi jenuh atau sebaliknya dengan
kelangkaan barang dan jasa akan menyebabkan timbulnya suatu peluang pasar,
mengapa demikian, hal ini disebabkan oleh :
1. Secara
realita psikologis suatu kebutuhan dapat diciptakan.
Kebutuhan akan barang secara
individual, dalam kontek ini peluang pasar dapat di buat dengan mekanisme
komunikasi secara berkesinambungan dengan membentuk nilai – nilai social,
preferensi dan fungsi.
2. Peluang
pasar ditentukan oleh citra, kebutuhan dan perilaku konsumen tentang barang dan
jasa. Jika suatu produk dapat menyakinkan konsumen dalam hal kredibilitas,
memiliki fungsi, ada jaminan keamanan dan memiliki keunggulan lain, maka
peluang pasar akan terbentuk.
Secara
umum selalu timbul permasalahan dimana konsumen – pasar tidak mengetahui
informasi dan keberadaa barang dan jasa di pasar, yang disebabkan umumnya
kurang baik dan kurang memadai dalam menjalankan strategi komunikasi. Hal ini
harus dikembangkan strategi komunikasi yang baik dan efektif ke pasar, yaitu
dengan menjalankan promosi, seperti :
a. Kegiatan hubungan antar manusia
b. Kegiatan hubungan masyarakat
c. Kegiatan advertensi atau iklan
d. Kegiatan promosi melalui media elektronik
e. Kegiatan promosi dan penjualan melalui media internet
f.
Mengembangkan system informasi
perusahaan
g. Mengembangkan keahlian komunikator dalam bisnis
D.Komunikasi Dan Pemasaran
Konsep
pemasaran dapat dikatakan bertumpu pada konsep pokok kebutuhan, keinginan dan
tingkat permintaan terhadap produk atau nilai yang tergantung pada tingkat
kepuasan tertentu yang kemudian menimbulkan transaksi. Pelembagaan suatu
transaksi menimbulkan konsep pasar, jadi pasar secara harpiah adalah tempat
atau lokasi. Pasar adalah tempat bertemukan konsumen atau seseorang yang
membutuhkan sesuatu dan seseorang yang memiliki sesuatu, dalam mekanisme modern
terdapat alat pertukaran yaitu uang atau sejenisnya yang dapaty diterima
sebagai alat transaksi.
E.Konsep Difusi dan Inovasi Dalam
Komunikasi
Konsep difusi dan inovasi merupakan suatu studi yang mengkaji efek dari
komunikasi massa, Difusi Inovasi adalah teori
tentang bagaimana sebuah ide dan teknologi baru tersebar dalam sebuah kebudayaan. Teori ini dipopulerkan oleh Everett
Rogers
pada tahun 1964 dalam bukunya yang berjudul Diffusion of Innovations. Everett Rogers mendefinisikan difusi sebagai proses dimana sebuah inovasi dikomunikasikan melalui berbagai saluran dan jangka waktu tertentu dalam sebuah sistem sosial .
Komunikasi dapat diasumsikan
memiliki kekuatan yang dapat dipergunakan secara sadar untuk mempengaruhi dan
mengubah perilaku masyarakat terutama dalam hal penerimaan dan pembayaran
teknologi baru.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar