Deviana
Kurnia Ningsih
11612929
PERANCANAAN PESAN BISNIS
Perencanaan pesan bisnis adalah
proses komposisi penyusunan pesan bisnis. Proses itu sendiri terdiri dari
perencanaan tujuan audiens, ide, saluran; pengorganisasian ide; membuat draf,
merangkai kata / kalimat / paragraph; dan merevisi.
Tujuan dalam perencanaan bisnis
harus dievaluasi apakah tujuan realistis, waktu tepat, dan dapat diterima.
Tujuan juga harus diuji apakah sesuai dengan kemampuan, ketepatan waktu dan
orang, dan selaras dengan tujuan organisasi.
Untuk membuat perencanaan bisnis
yang baik komunikator perlu melakukan analisis audiens. Caranya aadalah dengan
mengembangkan profil audiens dan menganalisa pemuasan konsumen. Komunikator
mengantisipasi rekasi audiens, memperkirakan jumlah, mengetahui hubungan
komunikator dengan audiens apakah kenal atau tidak. Untuk pemuasan audiens
komunikator perlu mengetahui kebutuhan informasi audiens. Pemuasan juga bisa
dilakukan dengan motivasional dengan pendekatan argumentasi, rasional, dan
emosi audiens. Pemuasan emosional digunakan untuk mengubah perilaku audiens.
Akan tetapi ada hambatan yaitu audiens cenderung tidak mau berubah untuk hal
baru.
Penentuan ide pokok untuk menemukan
cara mencapai tujuan tertentu bisa dilakukan dengan brainstorming. Brainstorming
dilakukan melalui beberapa cara : story teller tour, random list, CFR
(Conclusion Finding Recommendation)Worksheet, question and answer chain, dan
journalist approach.
Dalam seleksi saluran perlu
dipertimbangkan beberapa hal yaitu tingkat kepentingan, formalitas,
kompleksitas,kerahasian, emosi, biaya, dan harapan audiens.
Saluran lisan memiliki kelebihan cepat mendapat feedback dan menyampaikan pesan, audiens merasa nyaman, reaksi audiens terbaca, dan ekonomis. Bentuk saluran lisan adalah percakapan, wawancara, diskusi, seminar, lokakarya, pelatihan, pidato, dan presentasi. Saluran lisan informal itu tidak terstruktur tapi ide lancer. Saluran lisan formal terjadi saat RUPS, presentasi, dan penganugerahan. Alat Bantu yang digunakan adalah film, video, rekaman, LCD, dan slide.
Saluran lisan memiliki kelebihan cepat mendapat feedback dan menyampaikan pesan, audiens merasa nyaman, reaksi audiens terbaca, dan ekonomis. Bentuk saluran lisan adalah percakapan, wawancara, diskusi, seminar, lokakarya, pelatihan, pidato, dan presentasi. Saluran lisan informal itu tidak terstruktur tapi ide lancer. Saluran lisan formal terjadi saat RUPS, presentasi, dan penganugerahan. Alat Bantu yang digunakan adalah film, video, rekaman, LCD, dan slide.
Saluran tulisan memiliki kelebihan
yaitu lebih teratur karena komunikator sempat merencanakan dan mengendalikan
isi pesan. Bentuknya adalahsurat, memo, dan proposal.Setelah Memperoleh
gambaran mengenai berbagai macam bentuk saluran komunikasi baik formal maupun
informal langkah berikutnya adalah melakukan perencanaan pesan-pesan bisnis,
yang mencakup pesan yang tertulis maupun lisan.
Perencanaan bisnis merupakan satu
langkah strategis bagi pencaaian tujuan suatu organisasi secara menyeluruh.
Pesan-pesan bisnis yang terencana dengan baik mempermudah pencapaian tujuan
komunikasi. Makalah ini akan menjelaskan tentang perencanaan pesan-pesan bisnis
yang difokuskan pada perencanaan pesan-pesan bisnis secara tertulis.
Perencanaan pesan-pesan bisnis
terdiri dari :
- Pemahaman Proses Komposisi
Penyusunan proses komposisi seperti
halnya proses menciptakan lagu; merencanakan lagu, membuat aransemen dan
menentukan musisinya hinnga melakukan revisi-revisi hingga lagu enak didengar.
Begitu juga proses penyusunan pesan-pesan bisnis; perencanaan,
pengorganisasian, dan revisi. Menyusun pesan bisnis yang menarik perhatian,
mudah dibaca, dan mudah dipahami memerlukan kreativitas. Agar pesan bisnis
efektif, diperlukan pemahaman terhadap proses penyusunan pesan bisnis. Proses
penyusunan pesan bisnis umumnya terdiri atas tiga tahap sederhana, yaitu :
1). Perencanaan Pesan
Dalam tahap ini, ditentukan hal –
hal yang mendasar dari suatu pesan yang akan dikomunikasikan. Secara rinci,
tahap perencanaan tersebut meliputi :
- Penentuan tujuan
- Analisis audiens
- Penentuan ide pokok
- Pemilihan saluran dan media
2). Penyusunan Pesan
Setelah tahap perencanaan,
selanjutnya ide/gaasan dituangkan ke dalam pesan tertulis. Tahap itu meliputi
dua kegiatan, yaitu :
- Mengorganisasikan pesan :
Organisasi dan komposisi erat
kaitannya dengan penyusunan kata kalimat, dan paragraf perlu diperhatikan
penggunaan kata, kalimat, dan paragraf yang sederhana, mudah dimengerti, dan
dilaksanakan.
- Memformulasikan pesan
3). Revisi
Pesan yang telah disusun dikaji
ulang untuk memastikan apakah ide/gagasan yang diungkapkan sudah memadai.
Berbagai kegiatan pada tahap revisi pesan adalah :
- Menyunting pesan
- Menulis ulang
- Memproduksi pesan
- Mencetak pesan
- Penentuan Tujuan Pesan Bisnis
Tahap pertama dalam merencanakan
suatu pesan bisnis adalah memikirkan maksud atau tujuan komunikasi. Untuk dapat
melakukan hal itu, pertama anda harus menentukan tujuan yang jelas sesuai
tujuan organisasi. Pesan bisnis dapat menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.
Pesan-pesan yang disampaikan kepada pihak lain hendaknya mampu menjaga dan
meningkatkan citra perusahaan. Untuk dapat menciptakan good will, setiap pesan
bisnis hendaknya memiliki tujuan yang jelas, dapat diukur, dan tidak
bertentangan dengan tujuan organisasi.
Berikut ini tujuan-tujuan komunikasi
bisnis, yaitu :
- Memberi informasi (informing)
Tujuan pertama dalam komunikasi
bisnis adalah memberikan informasi yang berkaitan dengan dunia bisnis kepada
pihak lain. Sebagai contoh, seorang pemimpin suatu perusahaan membutuhkan
bebebrapa pegawai baru yang akan di tempatkan sebagai staf adminitrasi di
kantor- kantor cabang yang ada.
- Membujuk atau persuasi (persuading)
Tujuan kedua komunikasi bisnis
adalah memberikan persuasi kepada pihak lain agar apa yang disampaikan dapat
dipahami dengan baik dan bener. Hal ini sering dilakukan, terutama yang berkaitan
dengan negosiasi antara seseorang dengan orang lain dalam bisnis.
- Melakulakan kerjasama atau kolaborasi (kolaborating)
Tujuan ketiga dalam komunikasi
bisnis adalah melakukan kolaborasi atau kerjasama bisnis antara seseorang
dengan orang lain. Malalui jalinan komunikasi bisnis tersebut seseorang dapat
dengan mudah melakukan kerjasama bisnis, baik dengan perusahaan domestik maupun
perusahaan asing.
- Tujuan harus jelas
Penentuan tujuan yang jelas bagi
suatu organisasi akan dapat membantu proses pengambilan keputusan yang mencakup
antara lain :
- keputusan untuk meneruskan pesan
- keputusan untuk menanggapi audiens
- keputusan untuk memusatkan isi pesan
5). Cara menguji tujuan
Untuk menguji apakah suatu tujuan
yang telah ditetapkan tersebut sudah baik atau belum perlu pengujian dengan
empat pertanyaan berikut.
- apakah tujuan tersebut realistik
- apakah waktunya tepat
- apakah orang yang mengirimkan pesan sudah tepat
- apakah tujuannya selaras dengan tujuan orgsnisasi perusahaan
3. Analisis Audiens
Analisis terhadap audiens sangat
perlu dilakukan, audiens dalam studi komunikasi bisa individu ataupun
organisasi. Audiens biasanya memiliki pemahaman yang berbeda-beda atas pesan
yang mereka terima. Bila suatu komunikasi telah memiliki maksud dan tujuan yang
jelas, langkah berikutnya adalah memperhatikan audiens yang akan dihadapi.
3). Mengembangkan Profil
Audiens
Analisis terhadap Audiens yang sudah
dikenal biasanya relatif lebih mudah dilakukan tanpa harus melalui penelitian
yang rumit. Demikian juga, reaksi atas pesan yang dikrim kepada orang yang
sudah dikenal pada umumnya bisa diperkirakan.
2). Mengenali penerima primer
Apabila penerima terdiri dari
beberapa orang, perlu dikenali orang-orang terpenting yang berpengaruh atau
bertindak sebagai pengambil keputusan.
3). Menetapkan jumlah dan komposisi
audiens
Jumlah penerima juga memengaruhi
pesan bisnis. Menulis pesan bisnis yang ditujukan hanya kepada satu orang akan
berbeda dengan pesan bisnis yang ditujukan kepada banyak orang.
4). Mengukur Tingkat Pemahaman Audiens
Apabila penerima memiliki latar
belakang yang sama pengirim , maka pada umumnya mereka dianggap memiliki
p[emahaman yang relatif sama terhadap suatru pesan.
5). Memperkirakan reaki penerima
Cara mengorganisasikan pesan sangat
tergantung pada reaksi yang diperkirakan akan dilakukan oleh penerima.
6). Memenuhi Kebutuhan Informasi
Audiens
Pesan yang baik akan mampu memenuhi
semua pertanyaan penerima . Memenuhi kebutuhan informasi penerima merupakan
salah satu kunci sukses pesan bisnis. Ada lima pedoman yang perlu diperhatikan
agar pesan bisnis mampu memenuhi kebutuhan informasi audiens, yaitu :
- Temukan apa yang ingin diketahui audiens
Tidak semua audiens pandai
mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya.
- Antisipasi pertanyaan yang tidak diungkapkan
Informasi tambahan yang relevan
perlu diberikan untuk mengantisipasi kebutuhan informasi yang tidak disadari
oleh audiens.
- Berikan semua informasi yang diperlukan oleh audiens
Ujilah kelengkapan pesan yang
dikirim dengan berpedoman pada 5 W + 1 H (Who, What, Why, When, Where, dan
How).
- Pastikan bahwa informasi yang diberikan akurat
Dalam bisnis, ketepatan informasi
harus dipastikan terlkebih dahulu sebelum membuat komitmen tertulis. Kaji ulang
tanggal,jadwal, asumsi, perhitungan matematika,atau keuangan untuk memastikan
keabsahannya.
- Tekankan gagasan yang paling menarik bagi audiens.
Diantara beberapa gagasan yang
disampaikan, lakukan penekanan pada gagasan yang paling menarik perhatian
audiens.
- Memuaskan kebutuhan emosional dan praktis Audiens
Pesan yang bbertujuan membujuk dan
bekerja sama seringkali gagal mengubah keyakinan atau perilaku audiens. Hal
pentingb yangb harus diingat bahwa pesan bisnis disampaikan kepada audiens yang
juga melakukan kegiatan bisnis. Untuk mencapai tujuan komunikasi, diupayakan
agar pesan bisnis menggunakan pendekatan emosional audiens, terstruktur,
rasional, serta disusun dengan format yang menarik.
- Penentuan Ide Pokok
Setelah menganalisis tujuan dan
audiens, selanjutnya adalah menentukan cara mencapai tujuan tersebut. Setiap
pesan bisnis akan bermuara pada satu tema pokok yaitu Ide Pokok.
Sebelum menentukan ide pokok hal –
hal penting yang harus diidentifikasikan terlebih dahulu adalah :
1). Teknik Curah Pendapat
beberapa teknik curah pendapat yang
dapat digunakan antara lain :
- storyteller’s tour
- random list
- cfr (conclusions findings recomendation) worksheet
- journalist approach
- quetion and answer approach
2). Pembatasan Cakupan
Penyajian informasi rutin terhadap
audiens hendaknya menggunakan kata – kata yang singkat. Ide pokok dari pesan –
pesan disesuaikan dengan waktu yang tersedia sehingga poin yang penting tidak
terabaikan selain itu ide pokok yang disampaikan harus mudayh dimengerti dan
diterima oleh audiens.
- Seleksi Saluran dan Media
Pesan-pesan bisnis harus sesuai
dengan situasi yang ada. Ide-ide dapat disampaikan melalui dua saluran, yaitu
saluran lisan dan tertulis. Pilihan mendasar antara berbicara atau menulis
tergantung pada tujuan atau maksud pesan, audiens dan karakteristik dari kedua
saluran komunikasi tersebut.
- Saluran komunikasi lisan
Komunikasi lisan merupakan saluran
yang palinhg banyak di gunakan dalam bisnis, komunikasi itu antara lain,
percakapan antara dua orang secara langsung (tatap muka), melalui telpon,
wawancara, pidato, seminar, pelatihan, dan presentasi bisnis. Saluran itu di
sukai karna sederhana, spontan, nyaman, praktis, ekonomis dan memiliki
kemampuan yang lebih tinggi dalam memberikan umpan balik (feed back).
- Saluran komunikasi tertulis
Pesan-pesan tertulis dalam bisnis di
buat dalam berbagai bentuk, misalnya surat, memo, proposal, dan laporan.
Pilihan kata dalam pesan tertulis duilakukan dengan hati-hati untuk
mempertahankan nada sopan dan bersahabat, kekurangannya adalah umpan balik
secara langsung yang tidak bias di peroleh dengan waktu cepat.
Sumber :
https://siwonpieter.wordpress.com/2015/05/03/komunikasi-bisnis-softskill-sap-6/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar