Pembelajaran B.Inggris Berbantuan Komputer (Tgs 3)
No.9 Type A
The flights were cancel by them because of fog
A B C D
b. Cancel. It should be canceled
The flight were canceled by them because of fog
No. 2 Type B
The sheepdog is chasing after the sheeps which is heading over the hill
A B C D
c. Are. It should be are
The sheepdog is chasing after the sheeps which is heading over the hill
No.9 Type C
He isn’t driving to the convention in march, and neither they are
A B C D
d. Neither they are . it should be neither are the
He isn’t driving to the convention in march, and neither are they
Deviana Kurnia Ningsih
Sabtu, 06 Februari 2016
Tgs 2 Pembelajaran B.Ing Berbantuan Komp (Softskill)
Pembelajaran B.Inggris Berbantuan Komputer (Tgs 2)
Chen Min said that in China umbrellas had been used since 500 years ago. But today
many artists had experimented through modifications like this bamboo
frame umbrella, which belonged to the traditional category yet had
already been modified to suit the taste of young people
Chen Min said that in China umbrellas had been used since 500 years ago. But today
many artists had experimented through modifications like this bamboo
frame umbrella, which belonged to the traditional category yet had
already been modified to suit the taste of young people
Tgs 1 Pembelajaran B.Ing Berbantuan Komp (Softskill)
Pembelajaran B.Inggris Berbantuan Komputer (Tgs 1)
Judul artikel : Umbrella Festival to preserve traditional handicrafts
“In China, umbrellas have been used since 500 years ago. But today
many artists have experimented through modifications like this bamboo
frame umbrella, which belongs to the traditional category yet has
already been modified to suit the taste of young people,” said Chen
Min.
many artists have experimented through modifications like this bamboo
frame umbrella, which belongs to the traditional category yet has
already been modified to suit the taste of young people,” said Chen
Min.
Minggu, 17 Mei 2015
Softskill Komunikasi Bisnis Minggu ke 14
Deviana
Kurnia Ningsih
11612929
REVISI
PESAN-PESAN BISNIS
A. Keterampilan Merevisi
Revisi
merupakan langkah terakhir dalam mengembangkan pesan –pesan bisnis secara
efektif. Setiap pesan bisnis perlu di edit baik menyangkut masalah isi dan pengorganisasiannya
, gaya penyampaiannya, maupun format penulisannya.
Pesan – Pesan bisnis mencakup:
1. Pesan – Pesan Bisnis Tertulis
Proses penulisan pesan – pesan
bisnis dalam bentuk tertulis di mulai dari;
a.Mengedit
isi, Pengorganisasian, dan Gaya Penulisan : Untuk membantu memberikan gambaran
yang lebih rinci tentang hal – hal apa saja yang perlu di perbaiki atau di
sempurnakan.
b.Mengedit
Mekanik / Teknis Penulisan : Langkah berikutnya adalah melakukan pengeditan
dari sudut mekanik atau teknis penulisan suatu pesan – pesan bisnis yang
mencakup :
-Susunan
kalimat yang di gunakan
-Penggunaan
kapitalisasi secara tepat
-
Penulisan tanda baca secara tepat
-Meperhatikan
makna keutuhan suatu kalimat, sehingga makna suatu kalimat dapat di pahami
dengan mudah.
-Menghindari
terjadinya pengulangan kata yang tidak tepat dalam suatu kalimat.
c.
Mengedit Format dan Layout : Langkah terakhir dalam mengedit suatu pesan bisnis
adalah mengedit format dan layout secara keseluruhan. Jika format penulisannya
menarik, di tata rapi, bersih, tidak penuh coretan, dan kertas yang di gunakan
berkualitas baik, audiens akan senang membacanya.
2. Pesan – Pesan Bisnis Lisan
Sebagaimana pesan – pesan bisnis
yang di sampaikan secara tertulis, pesan – pesan bisnis yang disampaikan dalam
bentuk lisan pun memerlukan pengecekan ulang, perbaikan atau pengeditan
(editing) seperlunya, sehingga suatu pesan bisnis dapat di pahami audiens
dengan baik.
a. Substansi pesan
Langkah pertama dan utama dalam melakukan pengeditan (editing) pesan – pesan
bisnis adalah mengedit substansi pesan yang akan di sampaikan pada audiens.
b.
Pengorganisasian Pesan
Pengorganisasian pesan – pesan
bisnis yang akan di sampaikan secara lisan mencakup tiga poin penting yaitu;
-Pembuka
(salam pembuka, perkenalan diri)
-Penyampaian
substansi pesan (pengantar pesan di lanjutkan dengan substansi pesan).
-Penutup
(kesimpulan, saran, rekomendasi, implikasi).
c.
Gaya Bahasa
Pada umumnya, penulisan pesan –
pesan bisnis yang akan disampaikan secara lisan cenderung hanya bersifat
outline atau garis besarnya saja, sedangkan penyajian secara lebih rinci
(lengkap) dapat disampaikan pada saat melakukan presentasi.
Gaya bahasa yang di gunakan dalam
penyajian pesan – pesan bisnis secara lisan lebih menarik dan dinamis daripada
yang berbentuk tertulis karena cara penyampaiannya yang lebih santai, luwes,
dan tidak menonton.
B. PEMILIHAN KATA YANG TEPAT
Agar
pesan yang terkandung dalam kalimat yang di sampaikan kepada orang lain dengan
mudah dapat di mengerti, harus dapat memilih kata – kata dengan sebaik –
baiknya. Agar maksud komunikasi dapat tercapai, perlu beberapa hal berikut:
1. Pilihlah kata yang sudah
familier/ dikenal
Dalam menyampaikan sesuatu harus
menggunakan bahasa yang mudah, agar mudah di mengerti oleh audiens.
2. Pilihlah kata-kata yang singkat
3. Hindari kata-kata yang bermakna
ganda
C. MEMBUAT KALIMAT YANG EFEKTIF
Kalimat
efektif merupakan bentuk kalimat yang dengan sadar dan sengaja disusun untuk
mencapai daya informasi yang tepat & baik.
1. Secara umum, ada tiga jenis
kalimat yaitu:
A.
Kalimat Sederhana
Suatu
kalimat sederhana hanya memiliki sebuah subjek dan sebuah predikat.
B.
Kalimat Majemuk
Kalimat
majemuk berisi dua atau lebih klausa independen dan tidak mempunyai klausa dependen.
C.
Kalimat Kompleks
Kalimat
kompleks berisi sebuah klausa independen dan satu atau lebih klausa dependen sebagai
anak kalimat.
2. Cara Mengembangkan Paragraf
Pendekatan induktif dimulai dengan
berbagai alasan terlebih dahulu baru dibuat kesimpulan, sedangkan deduktif
dimulai dari kesimpulan, baru di diikuti dengan alasan-alasannya.
Cara-cara mengembangkan paragraf:
a.Ilustrasi
Untuk
mengembangkan suatu paragraf dapat digunakan suatu ilustrasi yang dapat
memberikan gambaran terhadap ide atau gagasan umum.
b.
Perbandingan (Persamaan & Perbedaan)
Pengembangan
paragraf dapat dilakukan dengan cara membandingkan persamaan maupun perbedaan
terhadap suatu pemikiran dengan pemikiran yang lain.
c.
Pembahasan Sebab-Akibat
Agar
dapat memberikan arah yang jelas terhadap suatu pokok bahasan tertentu.
d.
Klasifikasi
Untuk
mempermudah pemahaman paragraf bagi pengirim pesan dan penerima pesan. Selain
itu agar suatu topik bahasan menjadi lebih terarah atau terfokus.
e.
Pembahasan Pemecahan Masalah
Untuk
memberikan latihan analitis yang sangat diperlukan bagi seseorang dalam
pengambilan keputusan-keputusan penting bagi suatu organisasi.
Sumber :
Softskill Komunikasi Bisnis Minggu ke 13
Deviana Kurnia Ningsih
11612929
PENGORGANISASIAN
PESAN-PESAN BISNIS
Pengorganisasian pesan-pesan bisnis
yang baik akan mempermudah pencapaian tujuan komunikasi bisnis.
A. Hal-hal yang menyebabkan pesan-pesan tak terorganisasi
dengan baik.
Dalam
suatu organisasi, pesan-pesan yang disampaikan oleh pimpinan kepada para
bawahannya, kadang kala tidak terorganisasi dengan baik. Hal ini menjadikan
pesan-pesan yang disampaikan tidak mengenai sasaran atau hasilnya tidak sesuai
dengan apa yang dikehendakinya. Tidak terorganisasinya komunikasi dengan baik
dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
1.
bertele-tele sering kali pesan pembuka awal sebuah surat terlalu panjang hingga
mencapai beberapa paragraph, baru kemudian masuk ke topik bahasan.
2.
memasukkan bahan-bahan yang tidak relevan. Adanya informasi yang tidak relevan
dan tidak penting dalam pesan yang disampaikan kepada audiens membuang-buang
waktu, juga dapat membuat pesan-pesan yang disampaikan menjadi kabur, tidak
jelas , dan sulit dipahami.
3.
menyajikan ide-ide secara tidak logis dan tidak terkait dengan topik bahasan
yang disampaikan kepada audiens.
4.
informasi penting kadang kala tidak tercakup didalam pembahasan. Poin-poin yang
seharusnya memperoleh porsi bahasan lebih besar menjadi terabaikan.
B. Pentingnya pengorganisasian pesan yang baik
Dengan
mengatur ide-ide secara logis, berurutan, dan tidak bertele-tele, ide yang
disampaikan akan dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan informasi, motivasi maupun
praktis bagi para audiens . Untuk dapat mengorganisasi pesan-pesan dengan baik,
ada empat hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Subjek dan tujuan haruslah jelas.
2. Semua informasi harus berhubungan
dengan subjek dan tujuan.
3. Ide-ide harus dikelompokkan dan
disajikan dengan cara yang logis.
4. Semua informasi yang penting
harus sudah tercakup.
Suatu pesan yang disusun dengan baik
akan membantu audiens memahami pesan yang disampaikan, membantu audiens
menerima pesan, menghemat waktu audiens, dan mempermudah pekerjaan komunikator.
Sumber :
Softskill Komunikasi Bisnis Minggu ke 12
Deviana
Kurnia Ningsih
11612929
PERANCANAAN PESAN BISNIS
Perencanaan pesan bisnis adalah
proses komposisi penyusunan pesan bisnis. Proses itu sendiri terdiri dari
perencanaan tujuan audiens, ide, saluran; pengorganisasian ide; membuat draf,
merangkai kata / kalimat / paragraph; dan merevisi.
Tujuan dalam perencanaan bisnis
harus dievaluasi apakah tujuan realistis, waktu tepat, dan dapat diterima.
Tujuan juga harus diuji apakah sesuai dengan kemampuan, ketepatan waktu dan
orang, dan selaras dengan tujuan organisasi.
Untuk membuat perencanaan bisnis
yang baik komunikator perlu melakukan analisis audiens. Caranya aadalah dengan
mengembangkan profil audiens dan menganalisa pemuasan konsumen. Komunikator
mengantisipasi rekasi audiens, memperkirakan jumlah, mengetahui hubungan
komunikator dengan audiens apakah kenal atau tidak. Untuk pemuasan audiens
komunikator perlu mengetahui kebutuhan informasi audiens. Pemuasan juga bisa
dilakukan dengan motivasional dengan pendekatan argumentasi, rasional, dan
emosi audiens. Pemuasan emosional digunakan untuk mengubah perilaku audiens.
Akan tetapi ada hambatan yaitu audiens cenderung tidak mau berubah untuk hal
baru.
Penentuan ide pokok untuk menemukan
cara mencapai tujuan tertentu bisa dilakukan dengan brainstorming. Brainstorming
dilakukan melalui beberapa cara : story teller tour, random list, CFR
(Conclusion Finding Recommendation)Worksheet, question and answer chain, dan
journalist approach.
Dalam seleksi saluran perlu
dipertimbangkan beberapa hal yaitu tingkat kepentingan, formalitas,
kompleksitas,kerahasian, emosi, biaya, dan harapan audiens.
Saluran lisan memiliki kelebihan cepat mendapat feedback dan menyampaikan pesan, audiens merasa nyaman, reaksi audiens terbaca, dan ekonomis. Bentuk saluran lisan adalah percakapan, wawancara, diskusi, seminar, lokakarya, pelatihan, pidato, dan presentasi. Saluran lisan informal itu tidak terstruktur tapi ide lancer. Saluran lisan formal terjadi saat RUPS, presentasi, dan penganugerahan. Alat Bantu yang digunakan adalah film, video, rekaman, LCD, dan slide.
Saluran lisan memiliki kelebihan cepat mendapat feedback dan menyampaikan pesan, audiens merasa nyaman, reaksi audiens terbaca, dan ekonomis. Bentuk saluran lisan adalah percakapan, wawancara, diskusi, seminar, lokakarya, pelatihan, pidato, dan presentasi. Saluran lisan informal itu tidak terstruktur tapi ide lancer. Saluran lisan formal terjadi saat RUPS, presentasi, dan penganugerahan. Alat Bantu yang digunakan adalah film, video, rekaman, LCD, dan slide.
Saluran tulisan memiliki kelebihan
yaitu lebih teratur karena komunikator sempat merencanakan dan mengendalikan
isi pesan. Bentuknya adalahsurat, memo, dan proposal.Setelah Memperoleh
gambaran mengenai berbagai macam bentuk saluran komunikasi baik formal maupun
informal langkah berikutnya adalah melakukan perencanaan pesan-pesan bisnis,
yang mencakup pesan yang tertulis maupun lisan.
Perencanaan bisnis merupakan satu
langkah strategis bagi pencaaian tujuan suatu organisasi secara menyeluruh.
Pesan-pesan bisnis yang terencana dengan baik mempermudah pencapaian tujuan
komunikasi. Makalah ini akan menjelaskan tentang perencanaan pesan-pesan bisnis
yang difokuskan pada perencanaan pesan-pesan bisnis secara tertulis.
Perencanaan pesan-pesan bisnis
terdiri dari :
- Pemahaman Proses Komposisi
Penyusunan proses komposisi seperti
halnya proses menciptakan lagu; merencanakan lagu, membuat aransemen dan
menentukan musisinya hinnga melakukan revisi-revisi hingga lagu enak didengar.
Begitu juga proses penyusunan pesan-pesan bisnis; perencanaan,
pengorganisasian, dan revisi. Menyusun pesan bisnis yang menarik perhatian,
mudah dibaca, dan mudah dipahami memerlukan kreativitas. Agar pesan bisnis
efektif, diperlukan pemahaman terhadap proses penyusunan pesan bisnis. Proses
penyusunan pesan bisnis umumnya terdiri atas tiga tahap sederhana, yaitu :
1). Perencanaan Pesan
Dalam tahap ini, ditentukan hal –
hal yang mendasar dari suatu pesan yang akan dikomunikasikan. Secara rinci,
tahap perencanaan tersebut meliputi :
- Penentuan tujuan
- Analisis audiens
- Penentuan ide pokok
- Pemilihan saluran dan media
2). Penyusunan Pesan
Setelah tahap perencanaan,
selanjutnya ide/gaasan dituangkan ke dalam pesan tertulis. Tahap itu meliputi
dua kegiatan, yaitu :
- Mengorganisasikan pesan :
Organisasi dan komposisi erat
kaitannya dengan penyusunan kata kalimat, dan paragraf perlu diperhatikan
penggunaan kata, kalimat, dan paragraf yang sederhana, mudah dimengerti, dan
dilaksanakan.
- Memformulasikan pesan
3). Revisi
Pesan yang telah disusun dikaji
ulang untuk memastikan apakah ide/gagasan yang diungkapkan sudah memadai.
Berbagai kegiatan pada tahap revisi pesan adalah :
- Menyunting pesan
- Menulis ulang
- Memproduksi pesan
- Mencetak pesan
- Penentuan Tujuan Pesan Bisnis
Tahap pertama dalam merencanakan
suatu pesan bisnis adalah memikirkan maksud atau tujuan komunikasi. Untuk dapat
melakukan hal itu, pertama anda harus menentukan tujuan yang jelas sesuai
tujuan organisasi. Pesan bisnis dapat menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.
Pesan-pesan yang disampaikan kepada pihak lain hendaknya mampu menjaga dan
meningkatkan citra perusahaan. Untuk dapat menciptakan good will, setiap pesan
bisnis hendaknya memiliki tujuan yang jelas, dapat diukur, dan tidak
bertentangan dengan tujuan organisasi.
Berikut ini tujuan-tujuan komunikasi
bisnis, yaitu :
- Memberi informasi (informing)
Tujuan pertama dalam komunikasi
bisnis adalah memberikan informasi yang berkaitan dengan dunia bisnis kepada
pihak lain. Sebagai contoh, seorang pemimpin suatu perusahaan membutuhkan
bebebrapa pegawai baru yang akan di tempatkan sebagai staf adminitrasi di
kantor- kantor cabang yang ada.
- Membujuk atau persuasi (persuading)
Tujuan kedua komunikasi bisnis
adalah memberikan persuasi kepada pihak lain agar apa yang disampaikan dapat
dipahami dengan baik dan bener. Hal ini sering dilakukan, terutama yang berkaitan
dengan negosiasi antara seseorang dengan orang lain dalam bisnis.
- Melakulakan kerjasama atau kolaborasi (kolaborating)
Tujuan ketiga dalam komunikasi
bisnis adalah melakukan kolaborasi atau kerjasama bisnis antara seseorang
dengan orang lain. Malalui jalinan komunikasi bisnis tersebut seseorang dapat
dengan mudah melakukan kerjasama bisnis, baik dengan perusahaan domestik maupun
perusahaan asing.
- Tujuan harus jelas
Penentuan tujuan yang jelas bagi
suatu organisasi akan dapat membantu proses pengambilan keputusan yang mencakup
antara lain :
- keputusan untuk meneruskan pesan
- keputusan untuk menanggapi audiens
- keputusan untuk memusatkan isi pesan
5). Cara menguji tujuan
Untuk menguji apakah suatu tujuan
yang telah ditetapkan tersebut sudah baik atau belum perlu pengujian dengan
empat pertanyaan berikut.
- apakah tujuan tersebut realistik
- apakah waktunya tepat
- apakah orang yang mengirimkan pesan sudah tepat
- apakah tujuannya selaras dengan tujuan orgsnisasi perusahaan
3. Analisis Audiens
Analisis terhadap audiens sangat
perlu dilakukan, audiens dalam studi komunikasi bisa individu ataupun
organisasi. Audiens biasanya memiliki pemahaman yang berbeda-beda atas pesan
yang mereka terima. Bila suatu komunikasi telah memiliki maksud dan tujuan yang
jelas, langkah berikutnya adalah memperhatikan audiens yang akan dihadapi.
3). Mengembangkan Profil
Audiens
Analisis terhadap Audiens yang sudah
dikenal biasanya relatif lebih mudah dilakukan tanpa harus melalui penelitian
yang rumit. Demikian juga, reaksi atas pesan yang dikrim kepada orang yang
sudah dikenal pada umumnya bisa diperkirakan.
2). Mengenali penerima primer
Apabila penerima terdiri dari
beberapa orang, perlu dikenali orang-orang terpenting yang berpengaruh atau
bertindak sebagai pengambil keputusan.
3). Menetapkan jumlah dan komposisi
audiens
Jumlah penerima juga memengaruhi
pesan bisnis. Menulis pesan bisnis yang ditujukan hanya kepada satu orang akan
berbeda dengan pesan bisnis yang ditujukan kepada banyak orang.
4). Mengukur Tingkat Pemahaman Audiens
Apabila penerima memiliki latar
belakang yang sama pengirim , maka pada umumnya mereka dianggap memiliki
p[emahaman yang relatif sama terhadap suatru pesan.
5). Memperkirakan reaki penerima
Cara mengorganisasikan pesan sangat
tergantung pada reaksi yang diperkirakan akan dilakukan oleh penerima.
6). Memenuhi Kebutuhan Informasi
Audiens
Pesan yang baik akan mampu memenuhi
semua pertanyaan penerima . Memenuhi kebutuhan informasi penerima merupakan
salah satu kunci sukses pesan bisnis. Ada lima pedoman yang perlu diperhatikan
agar pesan bisnis mampu memenuhi kebutuhan informasi audiens, yaitu :
- Temukan apa yang ingin diketahui audiens
Tidak semua audiens pandai
mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya.
- Antisipasi pertanyaan yang tidak diungkapkan
Informasi tambahan yang relevan
perlu diberikan untuk mengantisipasi kebutuhan informasi yang tidak disadari
oleh audiens.
- Berikan semua informasi yang diperlukan oleh audiens
Ujilah kelengkapan pesan yang
dikirim dengan berpedoman pada 5 W + 1 H (Who, What, Why, When, Where, dan
How).
- Pastikan bahwa informasi yang diberikan akurat
Dalam bisnis, ketepatan informasi
harus dipastikan terlkebih dahulu sebelum membuat komitmen tertulis. Kaji ulang
tanggal,jadwal, asumsi, perhitungan matematika,atau keuangan untuk memastikan
keabsahannya.
- Tekankan gagasan yang paling menarik bagi audiens.
Diantara beberapa gagasan yang
disampaikan, lakukan penekanan pada gagasan yang paling menarik perhatian
audiens.
- Memuaskan kebutuhan emosional dan praktis Audiens
Pesan yang bbertujuan membujuk dan
bekerja sama seringkali gagal mengubah keyakinan atau perilaku audiens. Hal
pentingb yangb harus diingat bahwa pesan bisnis disampaikan kepada audiens yang
juga melakukan kegiatan bisnis. Untuk mencapai tujuan komunikasi, diupayakan
agar pesan bisnis menggunakan pendekatan emosional audiens, terstruktur,
rasional, serta disusun dengan format yang menarik.
- Penentuan Ide Pokok
Setelah menganalisis tujuan dan
audiens, selanjutnya adalah menentukan cara mencapai tujuan tersebut. Setiap
pesan bisnis akan bermuara pada satu tema pokok yaitu Ide Pokok.
Sebelum menentukan ide pokok hal –
hal penting yang harus diidentifikasikan terlebih dahulu adalah :
1). Teknik Curah Pendapat
beberapa teknik curah pendapat yang
dapat digunakan antara lain :
- storyteller’s tour
- random list
- cfr (conclusions findings recomendation) worksheet
- journalist approach
- quetion and answer approach
2). Pembatasan Cakupan
Penyajian informasi rutin terhadap
audiens hendaknya menggunakan kata – kata yang singkat. Ide pokok dari pesan –
pesan disesuaikan dengan waktu yang tersedia sehingga poin yang penting tidak
terabaikan selain itu ide pokok yang disampaikan harus mudayh dimengerti dan
diterima oleh audiens.
- Seleksi Saluran dan Media
Pesan-pesan bisnis harus sesuai
dengan situasi yang ada. Ide-ide dapat disampaikan melalui dua saluran, yaitu
saluran lisan dan tertulis. Pilihan mendasar antara berbicara atau menulis
tergantung pada tujuan atau maksud pesan, audiens dan karakteristik dari kedua
saluran komunikasi tersebut.
- Saluran komunikasi lisan
Komunikasi lisan merupakan saluran
yang palinhg banyak di gunakan dalam bisnis, komunikasi itu antara lain,
percakapan antara dua orang secara langsung (tatap muka), melalui telpon,
wawancara, pidato, seminar, pelatihan, dan presentasi bisnis. Saluran itu di
sukai karna sederhana, spontan, nyaman, praktis, ekonomis dan memiliki
kemampuan yang lebih tinggi dalam memberikan umpan balik (feed back).
- Saluran komunikasi tertulis
Pesan-pesan tertulis dalam bisnis di
buat dalam berbagai bentuk, misalnya surat, memo, proposal, dan laporan.
Pilihan kata dalam pesan tertulis duilakukan dengan hati-hati untuk
mempertahankan nada sopan dan bersahabat, kekurangannya adalah umpan balik
secara langsung yang tidak bias di peroleh dengan waktu cepat.
Sumber :
https://siwonpieter.wordpress.com/2015/05/03/komunikasi-bisnis-softskill-sap-6/
Langganan:
Postingan (Atom)