Bunuh Diri, “trend” Masa Kini
Kasus-kasus bunuh diri :
Rabu, 1 Oktober 2014. Wanita diduga stress menabrakan diri
di krl dekat stasiun UI
Kamis, 2 Oktober 2014. Putus asa, gadis
manis di Bali gantung diri di kos-kosan
Jumat, 3 Oktober 2014. Bendahara SD
Lubuk Linggau ditemukan tewas gantung diri di hotel
Sabtu, 4 Oktober 2014. Stress, Ibu coba
bunuh diri di minimarket sambil gendong bayi
Selasa, 7 Oktober 2014. Pria tewas diduga
lompat dari restoran Skye di Menara BCA
Jumat, 10 Oktober 2014. Anggota TNI di
Merauke ditemukan tewas, diduga bunuh diri
Sabtu, 11 Oktober 2014. Pria berkaos
merah tewas terjun dari lantai 6 Mall Season City
Minggu, 12 Oktober 2014. Stress,
masalah ekonomi, PRT tewas gantung diri di Gondangdia
Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia sedang marak dengan
kasus bunuh diri. Diatas adalah beberapa kasus bunuh diri
yang terjadi di Indonesia dalam rentan waktu yang sangat dekat. WHO
memperkirakan pada 2020 angka bunuh diri secara global menjadi 2,4 per 100.000
jiwa dibandingkan 1,8 per 100.000 jiwa pada 1998.
Bunuh diri adalah pengambilan tindakan untuk melukai diri
sendiri yang secara sengaja dilakukan oleh seseorang. Orang yang melakukan
tindakan bunuh diri mempunyai pikiran dan perilaku yang merupakan perwakilan
(representing) dari kesungguhan untuk mati dan juga merupakan manifestasi
kebingungan (ambivalence) pikiran tentang kematian (Hoeksema, 2001).
Kebanyakan penyebab bunuh diri masyarakat Indonesia adalah :
Gangguan Jiwa Lebih
menjurus kepada pasien-pasien yang sedang atau pernah di rawat di Rumah Sakit
Jiwa. Biasanya mereka mengidap depresi mayor atau gangguan bipolar. Riwayat
percobaan bunuh diri di masa lalu merupakan alat prediksi terbaik terjadinya tindakan
bunuh diri yang akhirnya berhasil. Kira-kira 20% bunuh diri menunjukkan adanya
riwayat percobaan di masa lampau.
Penggunaan obat Saat
melakukan percobaan bunuh diri biasanya mereka mengidap ketergantungan
obat-obatan. Misalnya, penyalahgunaan obat atau penggunaan alcohol.
Kondisi medis Kondisi
dimana lelah dengan apa-apa yang sudah dilakukan dalam proses penyembuhan
penyakit kronis seperti kanker, HIV, cedera otak traumatis dan lain-lain.
Stress Kehidupan Kehilangan
salah satu anggota keluarga atau orang yang dekat menjadi salah satu pemicu
terjadinya bunuh diri. Biasanya pelaku merasa sudah tidak mampu lagi menjalani
kehidupan di dunia dan sudah menyerah. Perasaan nya hanyalah dunia bukan
tempatnya lagi, mereka akan merasa mungkin orang-orang yang meninggalkannya itu
pasti memiliki hidup yang lebih baik di alam sana. Who knows the truth?
Pelecehan seksual Riwayat
pelecehan seksual di masa kecil atau hal-hal tidak pantas yang pernah didapat
di masa lalu adalah posisi dimana mereka merasa dikucilkan. Tidak tahu harus
berbagi kepahitan kepada siapa dan apa yang harus dilakukan. Apalagi ketika
mereka mengingat kejadian kelamnya kembali disuatu hari.
Kemiskinan Meningkatnya
kemiskinan menjadi salah satu penyebab terjadinya bunuh diri, biasanya
dilakukan oleh masyarakat yang berada di pedesaan.
Masyarakat akan cenderung mengambil jalan pintas untuk
mengakhiri hidup nya. Jika sedang berada disituasi yang sangat mendesak
sebaiknya mencoba berfikir dengan matang terlebih dahulu atau berunding dengan
keluarga. Disinilah peran keluarga sangat dibutuhkan, kehadirannya sangat
mempengaruhi psikologis setiap anggota keluarganya. Sebenarnya banyak hal yang
lebih baik yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya bunuh diri. Dewasa
ini, masyarakat dunia tidak hanya Indonesia kurang mendekatkan dirinya pada
Tuhan YME. Tidak ada perasaan didalam diri mereka untuk kembali kepada Tuhan
YME jika sedang merasa dikondisi yang sudah diluar kendali manusia itu sendiri.
Namun beberapa diantara kasus bunuh diri ada beberapa pelaku nya diakui orang
yang sangat religious.