Deviana
Kurnia Ningsih
11612929
3SA01
A. PERTEMUAN
Pertemuan
adalah suatu kumpulan dari orang; suatu konvensi, sebagai, seorang besar
pertemuan, yang harmonis pertemuan
Jenis pertemuan yang khas adalah:
-
Pemecahan masalah
-
Pengambilan keputusan
-
Perencanaan
-
Feed forward (status laporan dan presentasi informasi baru)
-
Komentar (bereaksi dan evaluasi)
-
Kombinasi pertemuan
B. RAPAT
Dibawah
ini ada beberapa pengertian rapat dari beberapa sumber, Namun pada dasarnya
memiliki makna yang sama, antara lain :
1.
Rapat adalah pertemuan ata kumpulan dalam suatu organisasi, perusahaan,
instansi pemerintah baik dalam situasi formal maupun nonformal untuk
membicarakan, merundingkan dan memutuskan suatu masalah berdasarkan hasil
kesepakatan bersama
2.
Rapat (pengertian luas) rapat dapat menjadi sebuah permusyawaratan, yang
melibatkan banyak peserta dan membahas banyak permasalahan penting.
3.
Rapat (pengertian sempit) rapat dapat berupa diskusi yang hanya melibatkan
beberapa peserta dengan pembahasan yang lebih sederhana. Dalam Sub bab ini
hal-hal yang berkaitan dengan permusyawaratan tidak lagi diuraikan, dan lebih
kepada rapat dalam pengertian umum/sederhana secara teknis.
4.
Rapat, merupakan suatu bentuk media komunikasi kelompok resmi yang bersifat
tatap muka, yang sering diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta
maupun pemerintah.
5.
Rapat merupakan alat untuk mendapatkan mufakat, melalui musyawarah kelompok.
6.
Rapat merupakan media yang dapat dipakai unttuk pengambilan keputusan secara
musyawarah untuk mufakat.
Macam-Macam Rapat
Rapat
dapat dibedakan menjadi beberapa macam, tergantung pada segi peninjauannya.
1.
Menurut tujuannya, rapat dapat dibedakan menjadi :
a)
Rapat penjelasan, ialah rapat yang bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada
para anggota, tentang kebijakan yang diambil oleh pimpinan organisasi, tentang
prosedur kerja atau tata-cara kerja baru, untuk mendapat keseragaman kerja.
b)
Rapat pemecahan masalah bertujuan untuk mencari pemecahan tentang suatu masalah
yang sedang dihadapi. Suatu masalah dikatakan sebagai problem solving apabila
masalah itu pemecahannya berhubungan dengan masalah-masalah lain, saling
mengait. Masalah itu demikian sulitnya, demikian ruwetnya karena keputusan yang
akan diambil akan mempunyai pengaruh atau akibat terhadap masalah yang lain.
c)
Rapat perundingan, yaitu rapat yang bertujuan menghindari timbulnya suatu
perselisihan, mencari jalan tengah agar tidak saling merugikan kedua belah
pihak.
2.
Menurut sifatnya rapat dibedakan menjadi :
a)
Rapat Formal, yaitu rapat yang diadakan dengan suatu perencanaan terlebih
dahulu, menurut ketentuan yang berlaku, dan pesertanya secara resmi mendapat
undangan.
b)
Rapat Informal, yaitu rapat yang diadakan tidak berdasarkan suatu perencanaan
formal, dan dapat terjadi setiap saat, kapan saja, dimana saja, dengan siapa
saja. Rapat informal dapat juga terjadi secara kebetulan, dimana para
pesertanya bertemu secara kebetulan, dan kemudian membicarakan suatu masalah
yang mempunyai kepentingan bersama.
c)
Rapat Terbuka, yaitu rapat yang dapat dihadiri oleh setiap anggota. Materi yang
dibahas bukan masalah yang bersifat rahasia.
d)
Rapat Tertutup, yaitu rapat yang hanya dihadiri oleh peserta tertentu, dan
biasanya yang dibahas menyangkut masalah-masalah yang masih bersifat rahasia.
3.
Menurut jangka waktunya, rapat dapat dibedakan menjadi :
a)
Rapat mingguan, yaitu rapat yang diadakan sekali seminggu. Membahas
masalah-masalah yang bersifat rutin yang dihadapi oleh masing-masing manajer.
b)
Rapat bulanan, rapat yang diadakan sebulan sekali, setiap akhir bulan, untuk
membahas hal-hal atau peristiwa yang terjadi pada bulan yang lalu. Misalnya,
membahas rugi laba bulan yanglalu.
c)
Rapat semesteran, yaitu rapat yang diadakan sekali setiap semester [enam
bulan], yang
bertujuan
untuk mengadakan evaluasi hasil kerja sama enam bulan yang lalu, dan mengambil langkah-langkah
selanjutnya, jangka waktu enam bulan berikutnya.
d)
Rapat tahunan, yaitu rapat yang diadakan sekali setahun misalnya, rapat Dewan
Komisaris, rapat umum pemegang saham.
4.
Menurut frekuensinya, dapat dibedakan menjadi :
a)
Rapat rutin, rapat yang sudah ditentukan waktunya (mingguan, bulanan, tahunan)
b)
Rapat insidental, yaitu rapat yang tidak berdasarkan jadwal, tergantung pada
masalah yang dihadapi. Biasanya rapat diadakan apabila masalah yang dihadapi
itu merupakan masalah yang sangat urgen, yang harus segera dipecahkan.
Selain
kita mengenal berbagai macam rapat seperti yang telah diutarakan di atas, kita
masih mengenal satu jenis rapat yaitu yang dinamakan rapat kerja.
Istilah-istilah lain yang mempunyai pengertian yang sama, ialah rapat dinas,
musyawarh kerja.
C. KOMUNIKASI DALAM PERTEMUAN DAN
RAPAT
Dalam
pertemuan dan rapat seluruh peserta harus menyadari posisinya dalam forum itu.
Tiap peserta hendaknya :
•
Mampu berkomunikasi dengan jujur, terbuka dan bertanggung jawab
•
Mampu berperan sebagai komunikator yang baik tapi tidak memonopoli pembicaraan
•
Mampu berperan sebagai komunikan yang sangat responsif namun tidak emosional
•
Mampu mengendalikan diri Setelah rapat berhasil membuat keputusan dan menyusun
kesimpulan maka hasil tersebut harus di komunikasikan kepada peserta dan hasil
dari rapat tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
D. TEKNIK BERBICARA, MEMBACA DAN
MENDENGARKAN
Berbicara
merupakan bagian dari komunikasi yang dipandang paling efektif. karena
kemampuan berbicara bagi seseorang akan ditandai oleh seberapa jauh
mempengaruhi pikiran, perasaan dan perilaku orang yang diajak bicara. Disamping
itu keberhasilan orang berbicara sangat dipengaruhi oleh luasnya pengetahuan
yang dimiliki, banyaknya pengalaman yang dimiliki, dan intelegensinya.
Selain
teknik berbicara, perlu juga diperhatikan teknik membaca. Membaca pada dasarnya
adalah menyampaikan pikiran dan perasaan orang yang tulisannya sedang dibaca.
Oleh karna itu diperlukan kemampuan lebih baik lagi dari kemampuan berbicara,
karena dibutuhkan kemampuan menangkap dan memahami maksud si penulis dan
sekaligus memahami kemampuan yang mendengarkannya.
Selain
itu ada juga teknik mendengarkan , nampaknya lebih mudah namun sesungguhnya
mendengarkan harus didukung oleh sikap ingin tahu, sabar dan mampu mencernakan
isi suara yang didengar. Untuk dapat mendengarkan dengan baik diperlukan
konsentrasi dan kepekaan indera pendengaran kita. Sehingga hasil dari
mendengarkan adalah tambahnya pengetahuan, informasi dan sekaligus menseleksi
bobot informasi untuk membuat keputusan.
E. MENYUSUN PESAN
komunikasi
adalah sumber hidup perusahaan dan sarana untuk mencapai serta mewujudkan
sesuatu yang dikehendaki. Komunikasi cenderung lebih merupakan suatu teknik
daripada suatu sikap. Oleh karena itu, waktu yang dimiliki seorang manajer
hampir selalu tersita untuk hal-hal berikut ini :
1.
Menyampaikan informasi atau gagasan kepada atasan untuk mempengaruhi pengambilan
keputusan.
2.
Memberikan arahan kepada para manajer bawahannya dengan berbagai informasi
untuk membantu kelancaran kerja mereka.
3
Menyampaikan berbagai informasi kepada stafnya.
4.
Mengatur dan menetapkan strategi.
5.
Menerima dan menganikan penampilan-penampilan untuk semua orang yang bekerja
baginya.
6.
Berkomunikasi dengan berbagai pihak di luar perusahaan, termasuk para
pelanggan, instansi pemerintah, usaha-usaha perdagangan dan masyarakat umum.
Sumber : E-Learning Gunadarma
Sumber : E-Learning Gunadarma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar