Sabtu, 25 Oktober 2014

Ikan asin ku Berbahaya

Ikan asin ku Berbahaya
Salah satu makanan khas yang enak dan murah masyarakat Indonesia kini sudah tidak lagi aman. Ikan asin salah satunya. Ikan asin berformalin semakin banyak dipasaran. Sebelum kita mencari tahu bagaimana ciri-ciri ikan asin berformalin, lebih baik simak terlebih dahulu apa itu formalin?
Formalin adalah nama dagang larutan formaldehida dalam air dengan kadar 36 – 40%, tidak berwarna dan baunya sangat menusuk dan biasanya ditambah methanol hingga 15% sebagai stabilisator (Anonimous 2006a).
Tatang (nama samaran) adalah seorang pedagang ikan asin di pasar tradisional di daerah Jembatan Lima,  mengaku sudah mengetahui jika beberapa dari ikan asin jualannya mengandung formalin. Ketika pembeli menanyakan ikan asin mana yang mengandung formalin, Tatang tidak akan menjawab. Menurut keterangan Tatang juga sulit baginya untuk menemukan produsen ikan asin yang produknya bebas dari formalin.
Penggunaan formalin dimaksudkan untuk memperpanjang umur penyimpanan, karena formalin adalah senyawa antimikroba serbaguna yang dapat membunuh bakteri, jamur bahkan virus. Selain itu interaksi antara formaldehid dengan protein dalam pangan menghasilkan tekstur yang tidak rapuh dan untuk beberapa produk pangan seperti tahu, mie basah, ikan segar, memang dikehendaki oleh konsumen (Dewanti 2006). Bau yang ditimbulkan oleh formalin menyebabkan lalat tidak mau hinggap. Selain itu ikan yang disiram formalin terlihat lebih bersih, sisik-sisiknya mengkilat dan dagingnya kenyal.
Penyimpanan yang lebih lama ini sangat menguntungkan bagi produsen maupun pedagang. Ayam, ikan, tahu atau makanan lain dapat disimpan dalam jangka waktu relatif lebih lama dan tidak mudah rusak tanpa harus di masukkan ke dalam lemari pendingin.
Sepintas sulit untuk membedakan mana ikan asin yang mengandung formalin atau tidak. Bagaimana cara mengetahui bahwa ikan asin mengandung formalin atau tidak? Coba perhatikan beberapa hal di bawah ini:
1. Ikan Asin Sangat Awet
Ikan asin yang tidak mengandung formalin biasanya cepat busuk dan rusak jika diletakkan di ruangan biasa. Sedangkan ikan asin yang diberi pengawet bisa tahan hingga 1 bulan lebih.
2. Bau Khas Ikan Asin Hilang
Ikan asin biasanya berbau tidak sedap dan ada aroma khasnya. Jika Anda tidak mencium aroma tersebut dan bahkan tidak ada aroma apapun pada ikan asin itu, kemungkinan karena sudah dicampur formalin.
3. Daging Lebih Keras dan Alot
Daging ikan asin biasanya mudah hancur dan rapuh. Anda harus waspada pada ikan asin yang dagingnya alot, keras dan susah diambil dengan tangan. Formalin akan membuat bahan makanan lebih alot dan tidak mudah hancur.
4. Tidak Dihinggapi Lalat dan Kucing Tidak Mau
Lihatlah di bagian atas ikan asin, apakah ada lalat yang hinggap? Jika ada, itu adalah hal yang baik, karena lalat biasanya punya sensor lebih peka, sehingga mereka tidak mau hinggap di bahan makanan yang sudah tercampur bahan kimia. Coba tes juga ikan asin dengan memberinya pada kucing, jika kucing tampak menolak, ada kemungkinan ikan asin itu mengandung formalin.
Bahaya Formalin bagi Kesehatan. Kasus pemakaian formalin pada tahu, ikan segar, ikan asin, dan produk makanan lainnya menunjukkan kurangnya pengetahuan produsen serta minimnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat dan bahaya bahan aditif. Formalin tidak diperkenankan ada dalam makanan maupun minuman, karena dalam jangka panjang dapat memicu perkembangan sel-sel kanker. Formalin sangat berbahaya jika terhirup, tertelan atau mengenai kulit karena dapat mengakibatkan iritasi pada saluran pernapasan, reaksi alergi serta luka bakar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar