Ikan asin ku Berbahaya
Salah satu makanan khas yang enak
dan murah masyarakat Indonesia kini sudah tidak lagi aman. Ikan asin salah
satunya. Ikan asin berformalin semakin banyak dipasaran. Sebelum kita mencari
tahu bagaimana ciri-ciri ikan asin berformalin, lebih baik simak terlebih
dahulu apa itu formalin?
Formalin adalah nama dagang larutan formaldehida dalam air
dengan kadar 36 – 40%, tidak berwarna dan baunya sangat menusuk dan biasanya
ditambah methanol hingga 15% sebagai stabilisator (Anonimous 2006a).
Tatang (nama samaran) adalah seorang pedagang ikan asin di
pasar tradisional di daerah Jembatan Lima, mengaku sudah mengetahui jika beberapa dari
ikan asin jualannya mengandung formalin. Ketika pembeli menanyakan ikan asin
mana yang mengandung formalin, Tatang tidak akan menjawab. Menurut keterangan
Tatang juga sulit baginya untuk menemukan produsen ikan asin yang produknya
bebas dari formalin.
Penggunaan formalin dimaksudkan
untuk memperpanjang umur penyimpanan, karena formalin adalah senyawa
antimikroba serbaguna yang dapat membunuh bakteri, jamur bahkan virus. Selain
itu interaksi antara formaldehid dengan protein dalam pangan menghasilkan
tekstur yang tidak rapuh dan untuk beberapa produk pangan seperti tahu, mie
basah, ikan segar, memang dikehendaki oleh konsumen (Dewanti 2006). Bau yang
ditimbulkan oleh formalin menyebabkan lalat tidak mau hinggap. Selain itu ikan
yang disiram formalin terlihat lebih bersih, sisik-sisiknya mengkilat dan
dagingnya kenyal.
Penyimpanan yang lebih lama ini sangat menguntungkan bagi produsen maupun pedagang. Ayam, ikan, tahu atau makanan lain dapat disimpan dalam jangka waktu relatif lebih lama dan tidak mudah rusak tanpa harus di masukkan ke dalam lemari pendingin.
Penyimpanan yang lebih lama ini sangat menguntungkan bagi produsen maupun pedagang. Ayam, ikan, tahu atau makanan lain dapat disimpan dalam jangka waktu relatif lebih lama dan tidak mudah rusak tanpa harus di masukkan ke dalam lemari pendingin.
Sepintas sulit untuk membedakan mana ikan asin yang
mengandung formalin atau tidak. Bagaimana cara mengetahui bahwa ikan asin
mengandung formalin atau tidak? Coba perhatikan beberapa hal di bawah ini:
1. Ikan Asin Sangat Awet
Ikan asin yang tidak mengandung formalin biasanya cepat
busuk dan rusak jika diletakkan di ruangan biasa. Sedangkan ikan asin yang
diberi pengawet bisa tahan hingga 1 bulan lebih.
2. Bau Khas Ikan Asin Hilang
Ikan asin biasanya berbau tidak sedap dan ada aroma khasnya.
Jika Anda tidak mencium aroma tersebut dan bahkan tidak ada aroma apapun pada
ikan asin itu, kemungkinan karena sudah dicampur formalin.
3. Daging Lebih Keras dan Alot
Daging ikan asin biasanya mudah hancur dan rapuh. Anda harus
waspada pada ikan asin yang dagingnya alot, keras dan susah diambil dengan
tangan. Formalin akan membuat bahan makanan lebih alot dan tidak mudah hancur.
4. Tidak Dihinggapi Lalat dan Kucing Tidak Mau
Lihatlah di bagian atas ikan asin, apakah ada lalat yang
hinggap? Jika ada, itu adalah hal yang baik, karena lalat biasanya punya sensor
lebih peka, sehingga mereka tidak mau hinggap di bahan makanan yang sudah
tercampur bahan kimia. Coba tes juga ikan asin dengan memberinya pada kucing,
jika kucing tampak menolak, ada kemungkinan ikan asin itu mengandung formalin.
Bahaya Formalin bagi Kesehatan. Kasus
pemakaian formalin pada tahu, ikan segar, ikan asin, dan produk makanan lainnya
menunjukkan kurangnya pengetahuan produsen serta minimnya sosialisasi kepada
masyarakat mengenai manfaat dan bahaya bahan aditif. Formalin tidak
diperkenankan ada dalam makanan maupun minuman, karena dalam jangka panjang
dapat memicu perkembangan sel-sel kanker. Formalin sangat berbahaya jika
terhirup, tertelan atau mengenai kulit karena dapat mengakibatkan iritasi pada
saluran pernapasan, reaksi alergi serta luka bakar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar