Sabtu, 25 Oktober 2014

Bunuh Diri, "trend" Masa Kini



Bunuh Diri, “trend” Masa Kini 

Kasus-kasus bunuh diri :
Rabu, 1 Oktober 2014. Wanita diduga stress menabrakan diri di krl dekat stasiun UI
Kamis, 2 Oktober 2014. Putus asa, gadis manis di Bali gantung diri di kos-kosan
Jumat, 3 Oktober 2014. Bendahara SD Lubuk Linggau ditemukan tewas gantung diri di hotel
Sabtu, 4 Oktober 2014. Stress, Ibu coba bunuh diri di minimarket sambil gendong bayi
Selasa, 7 Oktober 2014. Pria tewas diduga lompat dari restoran Skye di Menara BCA
Jumat, 10 Oktober 2014. Anggota TNI di Merauke ditemukan tewas, diduga bunuh diri
Sabtu, 11 Oktober 2014. Pria berkaos merah tewas terjun dari lantai 6 Mall Season City
Minggu, 12 Oktober 2014. Stress, masalah ekonomi, PRT tewas gantung diri di Gondangdia
Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia sedang marak dengan kasus bunuh diri. Diatas adalah beberapa kasus bunuh diri yang terjadi di Indonesia dalam rentan waktu yang sangat dekat. WHO memperkirakan pada 2020 angka bunuh diri secara global menjadi 2,4 per 100.000 jiwa dibandingkan 1,8 per 100.000 jiwa pada 1998.
Bunuh diri adalah pengambilan tindakan untuk melukai diri sendiri yang secara sengaja dilakukan oleh seseorang. Orang yang melakukan tindakan bunuh diri mempunyai pikiran dan perilaku yang merupakan perwakilan (representing) dari kesungguhan untuk mati dan juga merupakan manifestasi kebingungan (ambivalence) pikiran tentang kematian (Hoeksema, 2001).
Kebanyakan penyebab bunuh diri masyarakat Indonesia adalah :
Gangguan Jiwa Lebih menjurus kepada pasien-pasien yang sedang atau pernah di rawat di Rumah Sakit Jiwa. Biasanya mereka mengidap depresi mayor atau gangguan bipolar. Riwayat percobaan bunuh diri di masa lalu merupakan alat prediksi terbaik terjadinya tindakan bunuh diri yang akhirnya berhasil. Kira-kira 20% bunuh diri menunjukkan adanya riwayat percobaan di masa lampau.
Penggunaan obat Saat melakukan percobaan bunuh diri biasanya mereka mengidap ketergantungan obat-obatan. Misalnya, penyalahgunaan obat atau penggunaan alcohol.
Kondisi medis Kondisi dimana lelah dengan apa-apa yang sudah dilakukan dalam proses penyembuhan penyakit kronis seperti kanker, HIV, cedera otak traumatis dan lain-lain.
Stress Kehidupan Kehilangan salah satu anggota keluarga atau orang yang dekat menjadi salah satu pemicu terjadinya bunuh diri. Biasanya pelaku merasa sudah tidak mampu lagi menjalani kehidupan di dunia dan sudah menyerah. Perasaan nya hanyalah dunia bukan tempatnya lagi, mereka akan merasa mungkin orang-orang yang meninggalkannya itu pasti memiliki hidup yang lebih baik di alam sana. Who knows the truth?
Pelecehan seksual Riwayat pelecehan seksual di masa kecil atau hal-hal tidak pantas yang pernah didapat di masa lalu adalah posisi dimana mereka merasa dikucilkan. Tidak tahu harus berbagi kepahitan kepada siapa dan apa yang harus dilakukan. Apalagi ketika mereka mengingat kejadian kelamnya kembali disuatu hari.
Kemiskinan Meningkatnya kemiskinan menjadi salah satu penyebab terjadinya bunuh diri, biasanya dilakukan oleh masyarakat yang berada di pedesaan.
Masyarakat akan cenderung mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidup nya. Jika sedang berada disituasi yang sangat mendesak sebaiknya mencoba berfikir dengan matang terlebih dahulu atau berunding dengan keluarga. Disinilah peran keluarga sangat dibutuhkan, kehadirannya sangat mempengaruhi psikologis setiap anggota keluarganya. Sebenarnya banyak hal yang lebih baik yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya bunuh diri. Dewasa ini, masyarakat dunia tidak hanya Indonesia kurang mendekatkan dirinya pada Tuhan YME. Tidak ada perasaan didalam diri mereka untuk kembali kepada Tuhan YME jika sedang merasa dikondisi yang sudah diluar kendali manusia itu sendiri. Namun beberapa diantara kasus bunuh diri ada beberapa pelaku nya diakui orang yang sangat religious.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar